Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 13, 2017

Redaksi sukabumiNews

Miliki Banyak Siswa, SMKN 1 Sukalarang Masih Kekurangan Ruang Belajar


sukabumiNews, SUKALARANG - Sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang banyak diminati warga pelajar di wilayah Timur Sukabumi, SMKN 1 Sukalarang yang ada di Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi didaulat sebagai sekolah favorit yang berprertasi, sehingga sekolah ini banyak memiliki peserta didik.

Dari tahun ke tahun animo pelajar yang ingin bersekolah di SMKN 1 Sukalarang terus meningkat. Untuk itu, pihak sekolah berupaya mengimbangi kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan peserta didik. Namun, proses kearah ideal memang masih belum terpenuhi. Hal itu karena adanya keterbatasan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

"Alhamdulillah, untuk jumlah siswa sekolah kami masih banyak peminat. Namun untuk sarana ruang belajar seperti Ruang Praktek Siswa (RPS) dan Ruang Kegiatan Belajar (KBM) masih belum ideal," kata Wakasek Bidang Sarpras, Eso Somantri, S.T. kepada sukabumiNews, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur pada sabtu, 11/11/2017.

Eso menambahkan, kendati demikian, bantuan sarpras dari pemerintah daerah dan pusat untuk memenuhi kelengkapan pendidikan di SMKN 1 Sukalarang terbilang lancar.  Hal ini dikarenakan kepala sekolah dan dewan guru selalu bekerjasama dalam memajukan almamaternya tersebut. Seperti pada tahun ini, SMKN Sukalarang mendapatkan bantuan 2 RPS dari pemerintah pusat sebesar Rp. 514. 092. 000,- yang dikerjakan melalui swakelola dan bantuan 2 RKB dari pemerintah daerah Jawa Barat yang dikerjakan secara kontraktual. "Jadi kami terus berupaya dalam mengajukan bantuan. Hasilnya Alhamdulillah tahun ini pun kami mendapat bantuan RPS dan RKB," tambah Eso.

Sementara itu, kepala sekolah SMKN 1 Sukalarang, Ade Rusliana, S.Pd., M.Pd, saat dihubungi melalui telepon sellulernya mengungkapkan, bahwa semua kebutuhan kelengkapan sarpras di SMKN 1 Sukalarang merupakan kebutuhan yang logis. Karena, lanjut dia, pada dasarnya berbanding lurus dengan kenyataan kuantitas siswa. "Sarpras itu penting untuk menunjang kepentingan belajar. Jadi anak-anak juga nyaman dan itu bisa berpotensi untuk menstimulasi anak-anak agar terus berprestasi," jelas Ade. "Kelengkapan sarpras juga akan mewujudkan standar pendidikan prima dan menjamin produktivitas belajar siswa," tambahnya.

Baik Wakasek Sarpras maupun Kepala Sekolah, keduanya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah Jawa Barat dan Pusat. Karena atas bantuan yang diberikan oleh pmerintah, SMKN 1 Sukalarang dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan dapat mendidik peserta didik dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang bermanfaat. Selebihnya, keduanya juga berharap, pemerintah untuk terus mensupport SMKN 1 Sukalarang dengan tetap memberikan bantuan-bantuan yang bermanfaat lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun sukabumiNews saat ini, jumlah peserta didik yang berada di SMKN 1 Sukalarang sebanyak 1100 siswa. Sementara konsentrasi pendidikannya sebanyak 6 Jurusan. Jurusan-jurusan tersebut meliputi Jurusan Permesinan, Multi Media, Broadcasting, Administrasi Perkantoran, TKR dan Marketing. Sementara ruang untuk memenuhi kegiatan praktek siswa masih kekurangan 4 ruangan untuk masing-masing jurusan. Untuk ruang belajar siswa saat ini tersedia sebanyak 22 ruangan. Padahal jika dilihat, kebutuhan ruang belajar untuk 1100 siswa idealnya harus ada 33 ruangan. Itu berarti, sekokah favorit ini harus memiliki  sekitar 11 ruang belajar lagi.


Dalam hal prestasi, salahsatu yang membanggakan sekolah ini adalah prestasi dibidang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang ditorehkan jurusan Multi Media di tingkat Kabupaten Sukabumi. Pada kejuaraan itu, SMKN 1 Sukalarang keluar sebagai juara umum dan menjadi wakil di ajang lomba LKS se-Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2015. AGUS S.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu