Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, November 28, 2017

Redaksi sukabumiNews

Menghadapi Pilgub 2018, Pileg dan Pilpres 2019, PDIP Kabupaten Sukabumi Selenggarakan Pelatihan Kader dan Rekrut Saksi.

sukabumiNews, CICANTAYAN - Menghadapi ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Partai Demekrasi Indonesia Perjuang (PDIP) menyelenggarakan pelatihan kader serta merekrut saksi dan Koordinator saksi dari 47 Kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi.

Menurut Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Kabupaten Sukabumi, Saepul Bayan, Rekrutmen serta pelatihan saksi itu memang perlu dilaksanakan sejak dini agar Partainya sukes tidak kecolongan dalam mendapatkan hasil suara pemilihan pada pilgub, pileg serta pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Kita ambil contoh kesuksesan saksi pad pemilihan legeslatif 2014 yang lalu. Oleh sebab itu kita di wajibkan mempunyai 4.744 saksi dalam menghadi pilgub, pileg dan pilpres yang akan datang,” kata Saepul Bayan kepada sukabumiNews, saat acara berlangsung yang di selenggarakan sekretariat PDI Perjuangan di Jalan Kadupugur, Desa Lembur Sawah, Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/11/2017).

Acara pelatihan dan rekrutmen saksi yang dihadiri oleh ketua BSPN, dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi, Jainudin, S.Ag. MH kali ini adalah untuk para saksi PAC dari tiga daerah pemilihan yakni  dapil 1, 5 dan 6. “Untuk dapil 3, 4 dan 2, kemarin sudah kita laksanakn,” jelas Saepul.


“Kita berharap kepada para PAC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi,  yang mana telah di instruksikan oleh DPP dan DPD, bahwa saksi yang telah di sodorkan dari semua tingkatan PAC maupun ranting dan anak ranting ini mau di permanenkan, untuk mnghadapi pilgub, pileg dan pilpres, " tambah Sepul.

Pewarta: AEP SAEPUDIN
Editor: A Malik AS.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu