Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, November 9, 2017

Redaksi sukabumiNews

Kepung Masjid Bubarkan Pengajian, Tokoh Betawi: Itu Intimidasi


sukbumiNews, JAKARTA – Tokoh masyarakat Betawi, Ustadz Haikal Hasan mengkritik tindakan Barisan Serbaguna (Banser) yang melakukan pembubaran terhadap pengajian Felix Siauw di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, Sabtu (4/11) lalu.

“Jadi yang kita kritisi adalah kalau ada orang pengajian, kenapa harus berseragam dan berada di luar masjid? Ini adalah sebuah bentuk intimidasi,” kata Ustadz Haikal Hasan seperti dikutip Panjimas, Selasa (7/11/2017).

Menurut Ustadz Haikal, idealnya bila ada pengajian datangi, duduk, dan dengarkan. Bilamana ada yang menyimpang baru ambil tindakan.

“Jangankan Banser-Ansor, saya sendiri yang akan maju terlebih dahulu bilamana ada yang menyimpang,” tegasnya.

Menyinggung soal desakan Banser terkait tiga poin yang disodorkan kepada Ustadz Felix Siauw, pemerhati perkembangan kelompok Syiah, Ustadz Haikal Hasan mengatakan bahwa pembicaraan soal Pancasila sudah selesai.

“Tidak ada yang bertentangan dengan Pancasila, kalau dikatakan anti Pancasila, siapa yang anti Pancasila?” kata Ustadz Haikal Hasan.

Menurutnya, ketika HTI sudah dibubarkan oleh pemerintah, (maka) detik itu juga enggak ada yang namanya HTI. “Wong HTI sudah dibubarkan kok, bukan pada tempatnya untuk meminta orang untuk menandatangani ‘saya menyatakan keluar dari HTI’ dan tidak mengusung ideologi khilafah” tegasnya.

Ketua ANNAS DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa khilafah itu bukan sebuah ideologi. “Mana bisa dilarang? Kita udah sepakat ideologi negara Pancasila, selesai.” ungkapnya.

“Janganlah berseragam dan  nongkrong di luar masjid, ini enggak etis. Dateng pake baju koko, busana muslim atau apa lah, ketika ada yang diidentifikasi bertentangan dengan UUD, barulah ambil tindakan.” pungkasnya. [RED]


SUMBER: PANJIMAS

Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu