Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, November 17, 2017

Redaksi sukabumiNews

Irena Handono: Negara Mengidap Islamophobia Akut

sukabumiNews, JAKARTA – Menyikapi pernyataan Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto yang mengatakan terduga pelaku pembakaran Polres Dharmasraya adalah teroris disebabkan karena kata ‘Allahu Akbar’ dan ‘Thogut’. Pendiri dan Pembina Yayasan Irena Center Irena Handono mengatakan, negara mengidap islamophobia akut.

“Jika aparat negara yang menyatakan tuduhan ini, maka negara sudah mengidap islamophobia akut!” kata Irena Handono dalam laman resminya di Facebook, sebagaimana dikutip Panjimas, Kamis (16/11/2017).

Han Hoo Lie -akrab dipanggil- Irena Handono, dikenal sebagai mantan penginjil yang pernah bergelut di lembaga Katolik biarawati, Seminari Agung (Institute Filsafat Teologia Katolik), Ketua Legio Maria dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.

Oleh karenanya, ia menegaskan, tuduhan takbir sebagai salah satu bukti tindak pidana terorisme adalah ucapan orang yang membenci Islam.

Seperti diketahui, penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan pembakaran Kantor Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, pada Ahad (12/11) dini hari sebagai serangan teroris.

Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto ketika ditanya bukti lain bahwa pelaku masuk dalam jaringan teroris, ia mengatakan, pelaku meneriakkan takbir.

“Dalam proses kami melumpuhkan kedua (tertuduh) pelaku, pelaku meneriakkan takbir,” kata Roedy Yulianto pada acara Kabar Petang yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta, Ahad (12/11/2017).
RED*


Sumber: Panjimas
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu