Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, October 28, 2017

Redaktur

KOCAK! Saudi Berikan Kewarganegaraan Untuk Sebuah Robot

sukabumiNews, RIYADH – Mungkin dia tidak berhati emas (atau tidak punya hati sama sekali), mungkin dia tidak memiliki rambut yang bagus (atau tidak memiliki rambut sama sekali), mungkin dia tidak memiliki otak atau bahkan jiwa, tapi satu hal yang kini dia miliki, kewarganegaraan Arab Saudi.

Orang mungkin bertanya-tanya, mengapa ada wanita yang ingin memiliki kewarganegaraan yang mengharuskannya hidup bagai dipenjara, tidak boleh mengemudi (meskipun kini diperbolehkan dengan syarat tertentu), atau membuka rekening bank, tidak bisa keluar tanpa wali laki-laki dan setumpuk aturan menekan lainnya? Nah, wanita istimewa ini berbeda, ia tidak diwajibkan mengikuti semua peraturan tersebut karena dia adalah, sebuah robot.

Pada 25 Oktober, Sophia dianugerahi kewarganegaraan oleh Arab Saudi. Ia adalah robot pertama dalam sejarah yang menjadi warga negara penuh dari sebuah negara.

Sophia dikembangkan oleh Hanson Robotics, yang dipimpin oleh pengembang AI David Hanson. Ia berbicara pada Inisiatif Investasi Masa Depan tahun ini, yang diadakan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Saya sangat tersanjung dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini merupakan robot pertama di dunia yang memiliki kewarganegaraan,” kata Sophia saat berbicara di depan panel.
  

Dalam kesempatan tersebut, Sophia juga melakukan semacam wawancara dengan jurnalis Andrew Ross Sorkin. Salah satu pertanyaan menyebutkan tentang kekhawatiran atas eksistensi robot yang akan menggantikan peran manusia.

“Kami berupaya mencegah masa depan yang buruk,” kata Sorkin. Sophia pun menjawab, “Kamu terlalu banyak membaca (mengenai) Elon Musk dan kebanyakan menonton film Hollywood.”

“Jangan khawatir, kalau kamu baik padaku, aku akan bersikap baik padamu. Coba perlakukan aku dengan cerdas,” kata Sophia menambahkan jawabannya.


Kepada Sorkin, Sophia juga mengatakan, dia ingin menggunakan kecerdasan buatannya untuk membantu manusia menjalani hidup yang lebih baik. RED*


Sumber: Arrahmahnews
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu