Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, October 4, 2017

sukabumiNewsnet

Ketua FHI: Pemerintah Harus Mensikapi Permasalahan Tenaga Honorer Dengan Bijak


sukabumiNews, SUKABUMI -- Forum Honorer Indonesia (FHI) meminta kepada semua pihak terutama pemerintah, agar segala permasalahan menyangkut tenaga honorer, disikapi secara Jernih, bijak, terkonsep dan terukur. Permasalahan tenaga honorer tidak bisa diselesaikan dengan amarah atau anarkis. Terlebih, mayoritas tenaga honorer adalah guru yang harus menjadi panutan atau teladan.

Hal itu dikatakan Ketua Pembina FHI, yang disampaikan oleh ketua Umum FHI, Nanan Surahman,M.Pd kepada sukabumiNews di kediamannya di kawasan Sukaraja, Sukabumi, Selasa 3/10/2017. "Kami memandang penyelesaian permasalahan tenaga honorer harus disikapi  secara jernih, bijak, terkonsep dan terukur,” kata Nanan.

Selain itu, lanjut Nanan, pemerintah, baik daerah maupun pusat harus lebih lebih pro aktif dalam mensikapi dan mencarikan solusi penyelesaian dengan sebuah kebijakan yang tepat melaui  cara pendekatan dan formulasi yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Sebab menurut Nanan, mereka harus ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan tenaga honorer secara nasional.

“Untuk itu, FHI akan tetap meminta dan mendesak kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini melalui pendekatan  kemanusiaan dan mengunakan nurani. Bukan melalui retorika dan harapan palsu ( PHP )dari  pemerintah,” tegas Nanan

Dilain pihak, FHI juga berharap agar Presiden membentuk TIM yang terdiri dari perwakilan Forum Honorer atau organisasi yang kredibel dan independen. “Pemerintah harus memberikan solusi kebijakan, bukan justru menutup mata terkait nasib ratusan ribu tenaga honorer yang sudah mengabdikan diri pada negara, baik itu dipemeritah daerah maupun pusat. Karena  keberadaan dan pekerjaan  tenaga honorer secara nyata adalah sedang dalam melaksanakan tugas negara,  dan memang sangat dibutuhkan dalam pemerintahan.“ Pintanya. (Red*)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu