Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, October 20, 2017

sukabumiNewsnet

Cara Menghitung Denda Pajak STNK Telat Bayar

sukabumiNews - ANDA lupa bayar pajak STNK motor/mobil? Lupa perpanjangan? Kena denda lho! Bagaimana cara menghitung jumlah denda telat perpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) itu?

Jawaban ringkasnya, Cara Menghitung Denda Pajak STNK: Denda Setiap Bulan 2% dari PKB (Pajak Kendaraan Bermotor).

Menurut Humas Mabes Polri, seperti dikutip KompasOtomotif, STNK adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika digunakan di jalan.

Isi STNK:
Identitas pemilik
Identitas kendaraan bermotor
Nomor registrasi
Masa berlaku termasuk pengesahan.

Berikut ini daftar istilah yang tercantum di STNK dan perhitungan pajaknya:
BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Besarnya 10% dari harga kendaraan (off the road) atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
PKB. Besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual.
SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja.
BIAYA ADM (Biaya Administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM.
Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan, maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.
Cara Perhitungan Denda Telat Bajar Pajak STNK

Perhitungan Denda PKB: 25 % per tahun
Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12
Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12
Denda SWDKLLJ = Rp 35.000 (sepeda motor); Rp 100.000 (mobil)

Contoh:
Pajak STNI sepeda motor terlambat dibayar 6 bulan.
Jumlah PKB tertera di STNK: Rp 232.000
Jumlah SWDKLLJ: Rp 35.000.

Maka, jumlah total denda keterlambatan: (Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000.
Total yang harus dibayar: Rp 232.000 (PKB) + Rp 35.000 (SWDKLLJ) + Rp 61.000 (denda) = Rp 328.000.

Demikian sekadar menyimpan dokumen dan berbagi soal Cara Menghitung Denda Pajak STNK Telat Bayar. Makanya, jangan telat!


Cara biar gak lupa? Tuliskan atau TANDAI TANGGAL masa berlaku SNTK motor/mobil Anda di kalender yang tiap hari Anda lihat. Ada cara lain? (johnywush)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu