Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, September 24, 2017

Redaktur

Wabup Resmikan Pembangunan Ponpes Yatim Anak Nusantara


sukabumiNews.net,  CARINGIN - Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Adjo Sardjono meresmikan pembangunan gedung Pondok Pesantren Yatim Anak Nusantara di Kampung Peundeuy, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (23/9/2017). Pada kesempatan dan tempat yang sama, wabup juga meresmikan pembangunan SMP Plus dan SMA Plus Yayasan Anak Nusantara Al-Islami. 
           
Peresmian pembangunan gedung tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada fondasi bangunan oleh Wabup Adjo. Selain itu, wabup  menandatangani prasasti pembangunan gedung di lingkungan lembaga pendidikan Yayasan Anak Nusantara Al-Islami.
           
"Hadirnya pesantren dan SMP Plus serta SMA Plus Yayasan Anak Nusantara Al-Islam mudah-mudahan  dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan lama usia pendidikan  termasuk pendidikan agama bagi anak-anak," kata Adjo ketika menyampaikan pidato peresmian pembangunan gedung pesantren dan sekolah.

Di Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, rata-rata lama usia pendidikan baru mencapai 7 tahun yang setara dengan kelas 1 SMP. Pemkab Sukabumi terus berupaya untuk meningkatkan rata-rata lama pendidikan di sekolah dan di lembaga pendidikan agama.
           
Betapa pentingnya pendidikan untuk menciptakan putra-putri berprestasi di segala bidang yang dibarengi dengan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama, lanjutnya. Wabup yakin, Yayasan Anak Nusantara Al-Islam dapat membekali anak didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama.
           
"Kami harapkan yayasan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan citra lembaga pendidikan Islam di masa depan," ujar Adjo.
           
Sementara itu Ketua Yayasan Anak Nusantara Al-Islam, Ustadz Muhammad Irfan Najmudin menyampaikan, bangunan pesantren dan sekolah yang dikembangkannya berdiri di atas lahan seluas 6000 meterpersegi. Untuk menuntaskan pembangunan pesantren dan sekolah plus tersebut, yayasan membutuhkan dana antara Rp4 hingga Rp6 miliar.
          
 "Lembaga pendidikan yang kami asuh secara khusus mengembangkan pendidikan agama Islam dan menggabungkan iptek dan imtaq," ujar Irfan. (RED)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu