Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, August 15, 2017

sukabumiNewsnet

Sekjen Liga Muslim Dunia Seru Umat Islam Bersatu di Bawah Tauhid


sukabumiNews.net, Jakarta – Salah satu penyebab terpuruknya umat Islam dunia saat ini adalah karena berpecah belah sesama Muslim. Seharusnya, umat Islam bisa disatukan dibawah satu Kalimat Tauhid.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Islam Dunia), Dr. Muhammad bin Abdulkarim Al ‘lsa dalam Seminar Internasional bertajuk ‘Peran Universitas Dalam Penguatan Pemikiran Islam Moderat’ di Universitas Al Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, seperti dikutip Kiblat.Net, Senin (14/08).

“Perbedaan di antara manusia adalah Sunnatullah, namun hendaknya umat Islam bisa bersatu dengan kalimat tauhid, dan jangan berpecah belah,” ujarnya.

Abdul Karim pun mengatakan seluruh perguruan tinggi di dunia, harus ada ulama-ulama dan pemikir Islam yang bergerak untuk melaksanakan tanggungjawab syariahnya berupa menyatukan dan menyadarkan kesesatan penyelewengan terhadap Islam.

“Maka sebaiknya kita mengadakan muktamar, dan pertemuan-pertemuan, jangan ada di dalam Islam fanatisme terhadap satu kelompok atau partai tanpa mencintai yang lainnya,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, dengan tidak adanya fanatisme itu, setiap kita bisa mengetahui beragam keilmuan yang bisa jadi bermanfaat untuk kedepannya.

Rosul pun tau bahwa perbedaan adalah sunnatullah, jadi harus dimasukkan dalam positif, saling bertukar keilmuan, dan menjalankan perintah Allah. Bahwa kita tidak dilarang kepada yang tidak memerangi kita untuk berbuat baik kepada mereka.

“Siapa yang berbeda agama dari kita, berbuat baik pada mereka, inilah keadilan dari Islam untuk seluruh jagad,” terangnya.

Kewajiban kita, disebutnya, menjelaskan hakikat Islam kepada mereka non Islam, bukan menjadi kewajiban bagi kita untuk memasukkan mereka kepada Islam, tapi kita wajib menerangkan kepada mereka tentang Islam, dan wajib berlaku dengan prilaku baik.

“Terakhir, saya berharap Universitas ini (Al Azhar Indonesia, red) menjadi tolak ukur dan markas dalam memahami hakikat Islam dan menjelaskan pada masyarakat dengan mengadakan muktamar kepada seluruh manusia, untuk mewujudkan itu, kami siap bekerjasama,” tukasnya. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu