Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, August 5, 2017

sukabumiNewsnet

Diduga Dokter Salah Diagnosa, Balita di Sukabumi Ini Meninggal

sukabumiNews.net, SUKABUMI – Pasangan Rizal Gunawan (38) dan Eneng (32) warga Babakan Sirna RT 5/15, Kelurahan/ Kecamatan Cibadak terpaksa harus kehilangan anak keduanya yang baru berusia lima bulan.

Ya, Adeeva Shakira Gunawan balita mungil meninggal akibat terserang penyakit diare. Ayah korban, Rizal Gunawan menjelaskan, gejala awal terjadi pada Kamis (3/8/17) ketika anaknya tersebut muntah-muntah. Karena panik, dirinya langsung membawa ke dokter umum.

“Hasil pemeriksaan dokter praktek umum, anak saya hanya masuk angin biasa katanya. Selanjutnya, kami pulang lagi ke rumah,” jelasnya, seperti diberitakan pojoksatu.id, Jum├ít (04/08/2017).

Tak berselang lama, lanjut Rizal, dini hari sekitar Pukul 01:30 WIB, putrinya kembali munta-muntah. Bahkan, kondisinya lebih parah dari sebelumnya. “Anak saya muntahmuntah lagi, lebih parahnya tidak ada respon lemas saat istri mau gantiin bajunya,” sambungnya.

Melihat kondisisepertiitu, ialangsungbergegas berangkat ke rumah sakit Kartika Cibadak untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sebelum mendapatkan pertolongan medis, balita lucu itu tidak tertolong dan meninggal dunia.

“Saya juga sempat kena teguran dari pihak rumah sakit karena telat membawanya. Namun yang jadi pertanyaan, kenapa dokter umum pada saat pemeriksaan pertama hanya mendiagnosa masuk angin biasa saja,” keluhnya. Sekarang, ia dan keluarganya hanya bisa pasrah dan ikhlasatas kepergian anaknya tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid mengatakan, penyakit diare merupakan golongan penyakit yang bukan kejadian luar biasa.

Namun, jika tidak ditangani dengan cepat, akan berakibat fatal, bahkan mengakibatkan kehilangan nyawa. “Penyakit diare mengakibatkan tidak seimbangnya cairan dan elektrolit dalam tubuh, jadi harus ada penanganan medis yang cepat,” bebernya.

Pola hidup sehat, imbau Harun, harus di jaga. Termasuk lingkungan sekitar, terlebih saat ini sedang peralihan musim. “Tetap kuncinya pola hidup sehat, lingkungan juga harus bersih dan biasakan cuci tangan,” sarannya.

Terpisah, Humas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Sekarwangi, Ramdansyah mengaku berdasarkan data perawatan anak, jumlah penangan kasus diare masih terbilang normal.


“Dalam minggu ini, hanya ada tiga orang pasien diare dari daerah yang berbeda,” paparnya Ia menuturkan, seharusnya jika gejal-gejala diare sudah terlihat, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit. Soalnya, jika dibiarkan akan berakibat fatal. (jabar.pojoksatu.id)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu