Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, July 25, 2017

sukabumiNewsnet

Oknum Wartawan Pelaku Pemerasan di Gegerbitung Sukabumi Kabur Saat Diinterogasi

sukabumiNews.net, GEGERBITUNG - Oknum wartawan berinisial ED membuat repot anggota Polsek Gegerbitung Resor Sukabumi dan warga di Perum Puri Cibereum 1, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat. ED berusaha kabur saat ditinggal salat Subuh oleh anggota yang menangkapnya.

ED adalah oknum wartawan yang dilaporkan warga kerap memeras dan menganiaya dengan mengaku-ngaku sebagai anggota Polri dan BNN. Ia ditangkap setelah sebelumnya dipancing untuk datang ke sekitar pos keamanan Puri Cibeureum 1. Dengan menumpang motor ojek ED akhirnya datang sekitar pukul 04.30 WIB.

"Dia datang kemudian diajak ngobrol sama anggota, sementara saya sendiri salat. Sekitar 10 menit, baru saja saya selesai salat, dia kabur saat itu banyak warga yang juga baru keluar masjid akhirnya ikut ngejar pelaku," kata Kapolsek Gegerbitung Iptu Rafik Radiansyah kepada wartawan, seperti diberitakan detikcom, sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa (25/7/2017).

ED akhirnya berhasil ditangkap setelah polisi dan warga mengepungnya di persimpangan jalan perumahan. ED pasrah saat kembali dibawa menuju kendaran patroli Backbone. "Tadi sebetulnya masih proses interogasi, karena kami khawatirnya salah tangkap. Namun dia akhirnya mengakui perbuatannya," lanjut Rafik.

Rafik menuturkan ada dua korban yang sudah melaporkan perbuatan ED ke Polsek Gegerbitung. Korban diduga akan terus bertambah seiring dengan telah tertangkapnya pelaku.


"Laporan yang sudah masuk baru dua, ada sekitar 6 orang lagi yang rencananya akan kembali membuat laporan. Dia ini memeras korban dengan dalih uang damai kasus, korban bahkan ada yang sampai dianiaya dan akhirnya menyerahkan uang jutaan rupiah," jelas Rafik. (Red*/detik)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu