Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, July 10, 2017

sukabumiNewsnet

Jumlah Duda di Kota Ini Terus Meningkat

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Jumlah duda di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terus meningkat, seiring dengan banyaknya perceraian. Pada pertengahan tahun ini saja mencapai 3.987 pria yang menjadi duda. Atau sekitar 2,5 persen dari jumlah penduduk. Nah, duda berusia kurang dari 40 tahun tercatat sebanyak 539 jiwa.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Sukabumi, Tantan Hadiansyah mengatakan, berdasarkan data penduduk jumlah laki-laki di Kota Sukabumi sebanyak 166.971 jiwa.

"Dari jumlah itu, duda yang cerai hidup sebanyak 1.845 jiwa dan duda cerai mati sebanyak 2.142 jiwa,” terang dia seperti dirilis indopos.co.id, kemarin (6/7).

Hasil pendataan, jumlah duda itu tersebar di tujuh kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Baros terdapat 396 duda, Kecamatan Cibeureum sebanyak 437 jiwa, Kecamatan Cikole sebanyak 806 jiwa, Kecamatan Citamiang sebanyak 672 jiwa, dan Kecamatan Gunungpuyuh sebanyak 489 jiwa.

Lalu di Kecamatan Lembursitu sebanyak 487 jiwa, dan di Kecamatan Warudoyong sebanyak 700 jiwa. Menurut Tantan, jumlah duda setiap tahunnya relatif meningkat. “Jika melihat data statistik, jumlah duda di Kecamatan Cikole terbilang paling banyak dibandingkan di wilayah lainnya,” ujarnya.

Jika dibandingkan tahun lalu pada periode sama, jumlah duda tahun ini memang relatif meningkat. Pada semester pertama tahun lalu jumlahnya sebanyak 3.984 orang dengan rincian cerai hidup sebanyak 1.847 orang dan cerai mati 2.137 orang. “Ada peningkatan jumlah dibandingkan tahun lalu dengan tahun ini,” tukasnya.

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar, menyebutkan faktor penyebab masih adanya duda bukan ranah intansinya. Jika melihat data statistik dan grafik, tahun ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Setiap pendataan penduduk selalu di-update karena harus dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Setiap perkembangan data pertumbuhan penduduk akan kami laporkan ke Kementerian Dalam Negeri RI karena nantinya akan disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah,” tandas dia. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu