Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, May 21, 2017

sukabumiNewsnet

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Belum Dapat Digunakan Saat Mudik

sukabumiNews.net, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) diperkirakan belum dapat digunakan untuk jalur mudik Lebaran 2017 karena masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan.

"Hingga Mei 2017 ini progres pembangunan fisik seksi satu Tol Bocimi dari Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 km baru mencapai 36,106 persen. Sementara pengadaan lahan telah mencapai 95 persen," kata Iwa Karniwa, di Bandung, seperti dikutip Beritasatu, Jumat.

Ia menuturkan dari kebutuhan 1,69 juta meter persegi sampai 15 Mei 2017 baru mencapai sekitar 1,6 juta meter persegi dan direncanakan seksi satu bisa selesai pada Desember 2017.

Menurut dia, beberapa waktu lalu dirinya langsung memantau progres pembangunan proyek tersebut dan dari laporan yang diterima ternyata ada sejumlah kendala yang menyebabkan proyek tol Bocimi sulit dikebut.

Salah satunya, kata Iwa, adalah terkendala hujan yang menyebabkan pengerjaan timbunan tanah tidak maksimal.

"Jadi kendala percepatan pembangunan pertama ada curah hujan. Dari Juni 2016 hingga April 2017 per tahunnya mencapai 70 persen. Di mana dari 458 hari turun hujannya 255 hari. Ini mengakibatkan timbunan tanah baru mencapai 40 persen," katanya.

Selain itu, lanjut dia, masalah lainnya terkait pengadaan lahan, khusus pembebasan tanah wakaf Masjid Al-mukmin yang belum mencapai kesepakatan dan ada beberapa lahan milik warga yang sedang tahap konsinasi di pengadilan.

"Kalau melihat kondisi tersebut, kami memperkirakan tol Bocimi belum bisa digunakan untuk mudik lebaran tahun ini. Untuk seksi satu kan insya allah Desember 2017. Kalau dari Ciawi-Lido baru bisa selesai akhir Maret 2018," ujar Iwa.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu