Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, May 4, 2017

Redaktur

Sukabumi Expo Bukan Sekadar Pameran

"Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Sukabumi dan para pelaku usaha untuk mengangkat harkat derajat dan meningkatkan kapasitas kalangan UMKM. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sukabumi melakukannya antara lain melalui expo atau pameran dagang. Tahun ini expo yang  digelar bernama Sukabumi Expo 2017. "    
             
Di Sukabumi Expo 2017 panitia menyediakan sekitar 1.000 stand  untuk kalangan UMKM, industri, sponsor, instansi pemerintah, dan komersial. Tempat expo di Kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT)  di Desa Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Melihat jumlah stand yang disediakan, Sukabumi Expo 2017 akan menjadi expo terbesar di Jawa Barat, mengalahkan expo sebelumnya di Purwakarta yang menyediakan 700 stand.
           
Selama satu pekan dari 14 Mei sampai dengan 21 Mei 2017, para peserta expo akan berada di lingkungan PLUT untuk menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang disajikan panitia.  Koordinator stand komersial Sukabumi Expo 2017, Reni Yulianti menjelaskan, jauh-jauh hari, panitia penyelenggara gencar melakukan sosialisasi dan publikasi ke seluruh desa di Kabupaten Sukabumi melalui kantor kecamatan serta perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi dan luar daerah.
           
"Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan dan penawaran kepada para pelaku usaha di desa-desa untuk mengikuti Sukabumi Expo 2017. Kami  berusaha untuk merangkul semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah dari berbagai sektor usaha. Diharapkan dengan keikutsertaan para UMKM pada expo ini, mereka bisa  lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi," kata Reni kepada sukabumiNews beberapa waktu lalu di  Kantor KADIN Kabupaten Sukabumi di kawasan Cisaat.
           
Tidak hanya besar dalam hal jumlah stand, Sukabumi Expo 2017 juga besar ditinjau dari jumlah acara yang disajikan. Di samping pameran untuk mempromosikan dan menjual produk UMKM dari setiap desa dan pameran produk industri besar, expo ini juga berisi berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan UMKM seperti seminar,  penandatanganan kerja sama  promosi dan pemasaran,  dan pendaftaran badan hukum usaha. Selain itu dibuka kesempatan bagi para  peserta untuk mengikuti acara khusus berfoto selfie bareng pejabat.
Di samping itu, Panitia Sukabumi Expo 2017 menyediakan ajang kompetisi bagi fotografer dan  wartawan untuk mengikuti lomba fotografi dan karya tulis tentang Geopark Ciletuh. Bagi anak-anak disediakan  berbagai acara lomba  seperti  lomba menggambar dan mewarnai tingkat PAUD dan  lomba busana muslim tingkat TK/RA.
"Tujuan lain dari Sukabumi Expo 2017 adalah untuk mempromosikan produk asli dan unggulan dari berbagai desa di Kabupaten Sukabumi agar dapat diperkenalkan serta diperluas jangkauan pemasarannya. Para pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama UMKM dan pelaku usaha besar serta kalangan profesional dari kalangan perbankan dan notaris," ujar Reni.
           
Ada kemungkinan, lanjut dia, di wilayah Kabupaten Sukabumi bertebaran para pengerajin dan pelaku UMKM yang memproduksi barang-barang unik yang tidak terdapat di tempat lain. Keberadaan mereka tertutup oleh berbagai kendala seperti jarak yang terlalu jauh ke pusat perdagangan, tidak memiliki akses promosi dan tempat pemasaran, atau tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena terisolasi. Potensi mereka tidak terekspos ke luar domisili tempat tinggal pelaku UMKM tersebut. Di sinilah urgensi kehadiran Sukabumi Expo 2017 sebagai ajang ekonomi untuk membawa para pelaku UMKM yang tinggal di pelosok desa ke jantung promosi dan pemasaran. 
           
Di arena Sukabumi Expo 2017, para pelaku UMKM berkesempatan untuk memberdayakan dirinya melalui berbagai seminar edukasi dan dialog dengan berbagai kalangan. Pada expo ini, perwakilan dari profesi notaris akan memberikan pencerahan dan pengetahuan seputar  prosedur pendaftaran untuk membuat badan usaha bagi pelaku UMKM. Dengan memiliki badan hukum, pelaku UMKM dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam posisi sebagai badan usaha yang memperoleh perlindungan hukum atas segala risiko yang timbul dari kerja sama tersebut.
           
"Untuk pendaftaran peserta,  UMKM dari setiap desa mendaftarkan diri ke kantor kecamatan, sedangkan untuk peminat stand komersial dan stand lainnya bisa datang ke kantor KADIN Kabupaten Sukabumi," jelas Reni.
           
Setiap jenis stand memiliki bentuk, ukuran, dan harga sewa yang berbeda. Stand komersil berbentuk tenda kerucut berkukuran 5 x 5 dan 3 x 3 meterpersegi, harga sewanya masing-masing  Rp5 juta dan Rp3 juta. Stand kerucut dibatasi jumlahnya yakni untuk ukuran 5 x 5 meterpersegi sebanyak 100 buah dan stand 3 x 3 meterpersegi dibatasi sampai 300 unit. Khusus stand untuk UMKM, bentuknya dibuat dengan ukuran besar yakni memanjang dengan ukuran 20 x 4 meterpersegi. Nantinya tenda besar ini akan dipecah menjadi 24 blok.
           
"Kami dari jajaran panitia tidak mengumbar janji, intinya  kami akan bekerja keras untuk mensukseskan  Sukabumi Expo 2017.  Karena ini yang pertama dan terbesar yang pernah ada, kami pun akan all out dalam pelaksanaannya nanti," ungkap Reni. (USEP M)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...