Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 22, 2017

sukabumiNewsnet

Lantunan Alquran dan Salawat Muslim Torbeshi di Pelosok Macedonia

SKOPJE - 300 Kilometer dari Skopje, ibu kota Macedonia terletaklah Desa Skudrinye. Desa ini merupakan rumah bagi Suku Torbeshi yang beragama Islam.

Muslim Torbeshi merupakan peninggalan kekuasaan Turki Ottoman pada 6 abad silam. Desa Skudrinye di mana muslim Torbeshi bermukim, cukup sepi. Kaum muda di desa ini mayoritas ke luar desa untuk mencari rezeki di kota bahkan negara lain.

Masjid adalah tujuan utama untuk mengetahui potret muslim Torbeshi di Desa Skudrinye ini menjalankan agama rahmatan lil alamin. Beruntung, tim Jazirah Islam dapat melihat langsung sekelompok muda mudi sedang berlatih salawat, pada Nabi Muhammad SAW.

Bersalawat atas Nabi Muhammad SAW mengundang banyak keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Itulah yang dicari oleh anak-anak muda ini. Lantunan indah salawat menjadi kegiatan rutin seminggu sekali para muslimah di Skudrinye.

Mayoritas wanita Suku Torbeshi adalah ibu rumah tangga. Beberapa di antara mereka masih mengenakan baju tradisional serta penutup kepala. Pakaian tradisional wanita Suku Torbeshi didominasi warna putih, warna yang melambangkan kesucian. Wanita Suku Torbeshi juga mengenakan jilbab, yang mereka sebut dengan sharpa.

Semua baju tradisional ini dijahit dengan tangan, seharga 2000 Denar atau setara dengan Rp 500 ribu. Wanita Suku Torbeshi biasa hidup dalam kesederhanaan. Baju ini pun kerap dijadikan pakaian momen spesial tertentu, seperti pernikahan.

Kini tradisi Suku Torbeshi mulai kehabisan penerusnya. Pasalnya, banyak dari Suku Torbeshi yang berasimilasi dengan suku lainnya dan meninggalkan adat dan budaya mereka.

Anak-anak suku torbeshi juga punya kegiatan kelas Alquran rutin. Tak sedikit yang mampu membaca Alquran dengan baik dan tartil.

Adalah Imam Zafer Aliju yang membimbing anak-anak itu membaca Alquran. Imam Zafer betul-betul menjadi oase bagi muslim di Desa Skudrinye. Pasalnya, jika tak ada yang memandu dan mengarahkan, bagaimana anak-anak ini bisa mendalami agama. Terlebih, Desa Skudrinye cukup terisolir dari dunia luar.

"Mengajarkan Alquran dengan kelembutan agar anak-anak memahaminya. Segala puji bagi Allah, banyak anak yang sudah bisa membaca kalam Ilahi dengan baik," ujar Imam Zafer

Selain belajar membaca huruf Arab, anak-anak juga diajarkan hukum tajwid. Dengan mendalami agama, akan lebih mudah untuk membentuk emosi spiritual, akhlak dan iman seseorang.

"Islam mengajarkan kelembutan, karena kelembutan membawa hal lebih baik. Islam juga membawa kedamaian, keanggunan dan keseimbangan. Tugas utama kami adalah untuk mengajarkan generasi muda, anak-anak kami, mengajarkan mereka memberi salam kepada orang lain. Mengajarkan mereka membawa kedamaian, bukan perang.

Sungguh bahagia bisa bertemu dengan anak-anak muslim Suku Torbeshi di desa Skudrinye, Macedonia ini. Muslim di bagian lain Bumi, yang juga berusaha mendekatkan diri pada Ilahi Rabbi.

Mengenal lebih dekat muslim Torbeshi, membuat perjalanan ke tanah Macedonia sungguh bermakna. Menambah saudara seiman dan mempererat ukhuwah islamiyah.


Sumber: Detikcom
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu