Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, May 7, 2017

sukabumiNewsnet

H.M. Sudirman: Tak Ada Orang Bangkrut Karena MENABUNG

sukabumiNews.net, CIDAHU – Semua orang tentunya ingin memiliki tabungan untuk jaminan masa depan. Namun kebanyakan dari mereka kurang memperhatikan kejelasan tentang apa tujuan menabung, bagaimana caranya dan dimana tempat yang cocok agar tabungannya aman dan menguntungkan.

Hal tersebut dikupas secara ringkas oleh H.M. Sudirman, S.Ag., S.Ip saat memperkenalkan bisnis investasinya, yaitu ‘IN4LINK’ (baca: In For Ling), seraya mengajak masyarakat untuk mengikuti jejaknya.

“Tidak ada orang bangkrut karena MENABUNG.  Tetapi banyak orang bangkrut karena TIDAK PUNYA TABUNGAN.” Ucapnya kepada sukabumiNews, ditemui sesaat setelah dirinya memberikan arahan tentang Bussines Opportunity Presentation (BOT) dihadapan ratusan masyarakat yang hadir pada acara BOT tersebut, yang di gelar di Aula Balai Desa Tangkil Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/5)  

Bendahara Polres Palabuhanratu yang akrab disapa Dirman itu pun mengaku bahwa di setiap momen yang digelarnya selalu menjelaskan secara rinci tentang apa yang dimaksud In4Link dan bagaimana cara kerjanya. “In4Link adalah Program menabung secara rutin setiap bulannya selama 5 tahun dengan tujuan investasi sekaligus dapat Asuransi Jiwa (Unit Link) dari TM Power link Equity Fund persembahan Tugu Mandiri,” jelas Dirman.

Itulah, tambah dia, yang selalu ia tegaskan saat dirinya mengisi acara-acara yang BOT yang digelarnya, “mulai dari wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur,” akunya.

Menurtnya, program ini dijalankan secara viral marketing Nasabah get nasabah yang diawasi oleh OJK. PT. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (“Tugu Mandiri”). Adapun lanjut Dirman, pemegang saham utamanya yaitu dari Dana Pensiun Pertamina, PT Timah (Persero), Tbk.,  PT Tugu Pratama Interindo, dan Kementerian Keuangan RI. 
“Ada 3 jenis paket tabungan yaitu : Rp. 350.000, Rp. 700.000 dan Rp. 1.050.000. Dengan mengikuti program In4Link maka nasabah akan mendapatkan 4 macam keuntungan sekaligus, yaitu Investmen : Tabungan dengan bunga diatas bunga deposito. Karena dana dikelola di bursa saham,” jelas Dirman.

“Yang kedua yaitu Insurance. Artinya, nasabah mendapat proteksi jiwa senilai mulai dari Rp. 21.000.000 s/d Rp. 63.000.000, dan ketiga adalah Internet, yakni Internet support sistem, realtime dan transparan. Tanpa harus stock stater kit,” paparnya.
                                                         
“Hanya dengan menyisihkan belanja mulai Rp12 ribu per hari atau setara dengan Rp350 ribu perbulan Anda sudah menjadi nasabah IN4LINK. Ada peluang bisnis untuk menambah penghasilan dengan mengajak teman atau siapa saja untuk menabung di in4link. Bila dijalankan dengan serius, bisa mencapai penghasilan ratusan juta rupiah perbulan. Inilah keuntungan yang ke4 jika menjadi nasabah In4Link” Imbuh dia.

Dirman pun perpesan jika masyarakat menginginkan penjelasan lebih rinci terkait program yang sedang dijalankannya agar menghubungi nomor hp-nya langsung yakni di nomor: 0858-6006-1965

Sementara salah seorang dari puluhan peserta BOP, Nova (40), sebelum acara dimulai, kepada sukabumiNews mengungkapkan ketertarikannya untuk mengikuti program investasi di in4link. Menurutnya ini bukan bisnis MLM yang menjual produk.  “Ini adalah tabungan plus proteksi asuransi jiwa. Sedangkan semua orang butuh untuk itu,” ujarnya.

Sedangkan terkait program bisnis yang sedang digalakan bendahara Polres Palabuhanratu yang sesaat lagi akan pensiun itu, Kepala Desa Tangklil, Ijang Sihabudin saat diminta tanggapannya mengatakan, dirinya sangat respon dengan bisnis seperti itu. Bahkan sejak satu bulan kebelakang, tepatnya bulan Maret 2017, Ijang sudah menjadi nasabah in4link.


“Benar apa yang diungkapkan pak Haji Sudirman seperti motto in4ling-nya itu ‘tidak ada yang bangkrut karena menabung’. Untuk itu saran saya kepada masyarakat, mari belajar menabung karena itu sangat bermanfaat untuk masa depan.” Tutup Ijang. (Red*)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu