Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, May 2, 2017

Redaktur

Buruh Sukabumi Peringati "May Day" dengan Berdzikir dan Dialog

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Ribuan Buruh dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day memilih untuk berzikir dan berdialog mencari solusi.

Menurut Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar kepada wartawan mengatakan bahwa buruh tidak turun ke jalan dan memilih berzikir ini sesuai kesepakatan bersama dengan tujuan meminta tingkat kesejahteraan terus meningkat.

"Pada tahun ini perayaan May Day kami lakukan dengan cara berzikir yang diikuti sekitar 4.200 buruh yang berasal dari berbagai perusahaan dan pabrik," kata Ali di sela acara di gedung Pusat Pengembangan Dakwah Islam di Kecamatan Cikembar, Senin (1/5).

Dia menjelaskan, pilihan merayakan May Day dengan tidak lagi long march dan unjuk rasa ini disambut baik semua pihak khususnya warga, apalagi bertepatan dengan libur akhir pekan yang dipastikan akan menghambat laju arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

"Kami berharap ada solusi-solusi dalam meningkatkan kesejahteraan buruh dan kami pun berupaya agar ke depannya antara buruh dan pengusaha bisa menjadi satu kesatuan yang bersimbiosis mutualisme," ucap Ali.

Sementara, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Sukabumi Tholibin mengatakan ratusan buruh pada peringatan May Day ini tergabung dalm Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Sukabumi. Semua sepakat merayakan dengan cara berdialog dengan pokok bahasan utama keinginan buruh agar pemerintah pusat merevisi Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.


Menurutnya Tholib, aturan ini harus direvisi karena ada hak-hak buruh yang terpangkas, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan. (Red/Acep S.)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu