Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, May 2, 2017

Redaktur

Bupati Sukabumi, Pimpin Upacara Hardiknas 2017

sukabumiNews.net, PALABUHANRATU - Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara menjadi dasar acuan visi Presiden RI, Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi itu ditekankan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini, yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21.

Ungkapan isi visi Presiden RI tersebut dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, saat Upacara Hari Pendidikan Nasional Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2017, bertempat di Alun-alun Palabuhanratu, Selasa (2/5).

Pada kesempatan tersebut Bupati Sukabumi juga menyerahkan Piagam Penghargaan Bagi 36 orang, termasuk didalammya para Pendidik,Tenaga Kependidikan dan Siswa Berprestasi dilingkungan Dinas Pendidikan.

Lebih jauh Bupati Sukabumi mengungkapkan, dalam rangka mewujudkan visi Presiden, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan siap melakukan reformasi pendidikan nasional, baik pada tataran konseptual maupun manajerial. “Dimana dalam tataran  konseptual sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Marwan, pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar (Basic  Education), “dimana kemudian untuk jenjang pendidikan lebih lanjut, harus kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin.” Tutup Marwan.


Hadir pada kesempatan tersebut Dandim 0622, Sekretaris Daerah, Wakapolres, Danyon Armed, Kepala Perangkat daerah serta undangan lainnya. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu