Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 8, 2017

Redaktur

Aparatur Desa Cilograng Empat Bulan Tak Bergaji

sukabumiNews.net, CILOGRANG - Kurun waktu empat bulan terhitung sejak Januari 2017 sampai akhir April dan saat ini memasuki bulan Mei 2017 terasa sangat lama oleh jajaran aparatur Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. Selama kurun waktu itu, mereka belum menerima gaji dan honor yang biasa disalurkan melalui pos pengeluaran penghasilan tetap (siltap) aparatur pemerintahan  desa pada Alokasi Dana Desa (ADD).
           
"Sampai sekarang siltap yang biasa kami terima secara rutin tiap bulan belum cair juga. Dihitung sejak Januari sudah empat bulan, kalau sampai bulan Mei ini sudah lima bulan," kata Sekretaris Desa Cilograng, Didi kepada wartawan akhir April 2017 lalu.  
           
Didi dan jajarannya tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi situasi dan kondisi keuangan yang mereka hadapi. Sebab secara keseluruhan di Kabupaten Lebak, mungkin juga se-Provinsi Banten, belum ada desa yang siltap aparaturnya telah cair. Jadi, Didi hanya bisa pasrah dan bersangka baik kepada pemerintah. Dia yakin, pada waktunya nanti, dana siltap yang ditunggu-tunggu akan cair juga dan dapat dipergunakan untuk membiayai keperluan keluarga sehari-hari.
             
"Kami bisa apa? Berbaik sangka saja. Mungkin bapak-bapak yang mengurus pencairan siltap sedang sibuk dengan kegiatan dan pekerjaannya. Saatnya nanti mereka akan mencairkan dana untuk penghasilan kami," ungkap Didi.
           
Namun begitu, tambah dia, kalau bisa pencairan siltap desa itu jangan dipersulit. Jajaran aparatur pemerintah desa sangat membutuhkan dana tersebut untuk membiayai pengeluaran sehari-hari dan mendukung kegiatan pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan di desa.
           
"Keterlambatan dana siltap sangat mengganggu kinerja kami. Tapi kami tetap berupaya untuk melayani masyarakat seperti biasa dan sebaik-baiknya. Tidak ada masalah dengan keterlambatan siltap, pelayanan harus tetap berjalan dan masyarakat tetap terlayani," ujar Didi.
           
Sama halnya dengan Didi, penantian siltap yang panjang dan lama dialami oleh staf administrasi Pemdes Cilograng Uus dan polisi desa Ugan. Kedua abdi masyarakat ini terpaksa pinjam kanan kiri dari tetangga dan para kerabat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (JAHRUDIN)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu