Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 26, 2017

Redaktur

Pengendara Angkutan Umum 09 Cibadak - Benda Gelar Aksi Protes Terkait Jalan Rusak

sukabumiNews.net, CIBADAK - Puluhan pengendara Angkutan Kota (Angkot) 09 jurusan Cibadak - Benda Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi protes turun kejalan, Selasa 25/04/2017. Aksi dipicu lantaran  banyaknya jalan rusak di wilayah jalur Cibadak – Benda, terutama kondisi jembatan pamuruyan yang sudah sangat rusak dan dikawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.

"Kami mewakili seluruh lapisan masyarakat khususnya pengguna jalan, sekaligus mewakili para pengemudi angkutan 09 sangat mengeluhkan kondisi jalan sepanjang jalur cibadak-benda yang rusak, terutama jembatan pamuruyan Kabupaten Sukabumi yang sampai saat ini di biarkan rusak parah," ungkap Ketua Angkutan 09 kepada sukabumiNews dilokasi aksi.

Akibatnya, lanjut dia, kondisi jalan rusak tersebut berdampak kemacetan yang cukup panjang sampai beberapa kilo meter. “Dan itu biasa terjadi tiap hari,” terang dia. “Lantas dengan kemacetan tersebut kami sangat mengeluh karena itu mempengaruhi penghasilan kami selaku pengemudi angkutan umum khususnya 09.” Jelas dia.

Menurut para pendemo, biasanya dalam 1 hari mereka bisa jalan 5 rit. “Tapi dengan kondisi seperti ini, sehari, paling bisa jalan 3 rit. Dengan kondisi seperti ini bahan bakarpun cukup boros,” jelas dia. “Biasa 1 rit itu menghabiskan 3 liter bahan bakar, sekarang bisa mencapai 5 sampai 6 liter pa," sesalnya.

Seperti yang disampaikan beberapa sopir angkot 09 lainnya, salah satu sopir angkutan 09, Herlan (35) juga menyesalkan kondisi jembatan Pamuruyan yang rusak itu. Pasalnya, menurut Herlan, dengan kondisi demikian, tidak jarang pengendara yang terjatuh, “khususnya pengendara roda dua.” Ujar Herlan.


“Oleh sebab itu, kami selaku pengguna jalan yang tiap hari melalui jalur ini, meminta kepada intansi terkait agar segera dilakukan perbaikan jalan sepanjang jalur Cibadak - Benda khusunya, utamanya jembatan pamuruyan,” pintanya. (Fais)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu