Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, April 21, 2017

Redaktur

Mengapa Angka Kematian Ibu dan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi?

sukabumiNews.net, TASIKMALAYA –  Kasus kematian ibu dan anak di kawasan Tasikmalaya masih tinggi. Setidaknya terdapat 300 kasus pada 2016.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan kasus kematian ibu dan anak di daerahnya masih kondisi mengkhawatirkan yang mencapai 300 kasus pada 2016.

Menurut Hamdani, angka kematian ibu dan bayi masih taraf mengkhawatirkan, meski sebenarnya terjadi penurunan kasus. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya mencegah untuk meminimalisasi kasus kematian ibu dan bayi tersebut dengan melibatkan masyarakat termasuk ulama.

Hamdani menambahkan, jumlah kasus tahun 2016 itu, kata dia, terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun 2015 mencapai 295 kasus kematian bayi dan 55 kasus kematian ibu hamil.

"Memang ada penurunan, tapi angka ini masih tinggi, kami perlu berbagai upaya untuk menurunkannya," kata Hamdani, seperti dilansir Antara, Kamis (20/04/2017).

Ia menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya masuk peringkat ke-empat angka kematian bayi tingkat provinsi tahun 2016. Munculnya kasus tersebut disebabkan berbagai faktor di antaranya keterlambatan dalam memutuskan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Keterlambatan itu bisa jadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat dengan gejala komplikasi yang diderita ibu dan bayi, pertimbangan biaya juga," kata Hamdani.


Padahal, pencegahan dapat dilakukan oleh masyarakat dengan terlebih dahulu mengetahui gejala risiko kesehatan ibu dan anak serta persiapan diri saat menghadapi persalinan. "Keterlambatan itu sebenarnya bisa diantisipasi dengan perencanaan persalinan yang baik, sekaligus kesigapan menghadapi komplikasi," tutur Hamdani. (Red**)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu