Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, April 15, 2017

Redaktur

Hidung Patah, Dua Gigi Copot, Penumpang yang Diseret Paksa Akhirnya Gugat United Airlines

sukabuminews.net, BATAM - Peristiwa penyeretan seorang penumpang United Airlines yang menjadi viral di seluruh dunia akhirnya berujung ke meja hijau.


David Dao, dokter spesialis paru-paru itu akhirnya menyewa dua pengacara untuk menggugat maskapai yang sudah menjadi bulan-bulanan netizen dalam tiga hari terakhir.
Pengacara David Dao, Thomas Demetrio, dalam jumpa pers kemain mengatakan, kliennya mengalami patah hidung, geger otak serta dua giginya copot akibat kekerasan tiga petugas United tersebut.

Seperti dilansir Chicago Tribune, Demitrio menggelar jumpa pers di Union League Club, Chicago, bersama seorang putri Dao, Crystal Dao Pepper.

Crystal Dao Pepper, putri David Dao, penumpang yang diseret oleh petugas United Airlines memberikan keterangan pers terkait yang dialami ayahnya. (Chicago Tribune/Antonio Perez)
Kasus yang menimbulkan kemarahan jutaan orang di seluruh dunia itu, bahkan 120 juta rakyat China menuduh sebagai tindakan rasis menjadi berkepanjangan setelah CEO United Oscar Munoz menolak minta maaf.

Bahkan dalam surat internal yang terungkap di media, maskapai itu bahkan membela tindakan anak buahnya dan menyatakan bahwa Dao mengalami masalah mental.
Mereka juga menungkit kasus Dao yang disebut gay karena pernah digugat memberikan resep secara ilegal pada pasangan ilegalnya tahun 2003.

Hal itu membuat dokter senior kelahiran Vietnam ini murka dan akhirnya menggugat United yang saat ini terancam krisis.

Setelah pernyataan Munoz itu semakin membuat publik semakin marah dan menyerukan boikot besar-besaran terhadap United di AS, Munoz kemudian membuat pernyataan berbeda di televisi.


Munoz mengatakan bahwa maskapai tersebut telah berusaha untuk menghubungi keluarga Dao.(Shrt)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu