Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, March 2, 2017

Redaktur

Raja Salman: Dunia Islam Hadapi Rintangan Pengembangan Intelektual

SUKABUMINEWS.NET, KUALA LUMPUR - Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al-Saud dianugerahkan gelar Sarjana Kehormatan Doctor of Letters dari Universitas Malaya dalam sebuah upacara pertemuan khusus pada Senin (27/2). Acara ini diselenggarakan di universitas dan penghargaan Raja Salman diberikan oleh Sulan Perak, Suiltan Nazrin Muizzuddin Shah.

Gelar kehormatan telah disampaikan pada Raja Salman sebagai pengakuan atas kontribusinya sebagai seorang revolusioner. Ia juga dinilai sebagai pemimpin inovatif melalui banyak perbaikan yang dibawa selama dua tahun pemerintahannya sebagai penguasa Arab Saudi.

Dalam sambutannya usai menerima gelar kehormatan, Raja Salman memanggil universitas dan pusat penelitian di negara-negara Islam untuk menghasilkan karya yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan peradaban Islam. Ia mengatakan hal ini juga dapat menguntungkan negara-negara lain di dunia.

“Dunia Islam menghadapi berbagai rintangan dalam bidang pengembangan teknis dan intelektual. Tantangan-tantangan ini tidak berbeda dari yang kita hadapi dakan aspek ekonomi dan politik,” ujar Raja Salman, seperti yang dilansir dari NST, Senin (27/2).

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Malaya, Tan Sri Dr. Mohd Amin Jalaludin menyatakan harapan penganugerahan ini akan memperkuat hubungan antara Malaysia dan Arab Saudi dalam hal penelitian dan pertukaran staf akademik.

“Penganugerahan ini diharapkan membuka cakrawala baru dalam hubungan lama antara institusi lokal pendidikan tinggi dan Arab Saudi,” kata Jalaludin.

Ia kemudian menyebutkan pemberian gelar kehormatan ini juga sebagai kesaksian terhadap iman dan kepercayaan Pemerintah Arab Saudi terhadap standar yang tinggi dari sektor pendidikan. Khususnya di bidang kedokteran dalam berbagai keahlian spesialis di Arab Saudi.

Gelar kehormatan Doctor of Letters ini pernah diberikan kepada Shah Iran, Yang Mulia Muhammad Reza Pahlavi Shahan pada 1968 dan mendiang Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pada 1990.

Sebelumnya, Raja Salman dan Perdana Menteri Datuk Seri Najib mengadakan pembicaraan tentang berbagai isu bilateral serta perbaikan dalam kerjasama diberbagai bidang.

Diantaranya pembicaraan yang utama adalah isu-isu yang berkaitan dengan haji dan kuota tahunan jamaah Malaysia. Raja Salman selanjutnya menyaksikan penandatangan empat nota penting kesepahaman (MoU) antara pemerintah Malaysia dan Arab Saudi. Dalam MoU tersebut Malaysia terlibat kerja sama ilmiah, pendidikan dan eknomi, tenaga kerja, dan sumber daya manusia. (Red**/)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu