Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, March 13, 2017

Redaktur

Kades Pondokkaso Landeuh Apresiasi Kiprah Barudak Sampah

sukabumiNews.net, PARUNGKUDA - Kepala Desa (Kades) Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Ujang Sopandi mengapresiasi kiprah dan kreativitas sekelompok pemuda yang menamakan dirinya 'Barudak Sampah'. Ujang kagum atas keuletan para pemuda dalam mengelola sampah yang merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan.
"Selaku kepala desa, saya menyampaikan terima kasih kepada Barudak Sampah yang peduli terhadap lingkungan," kata Ujang saat meninjau  lokasi kegiatan Bank Sampah Karya Muda Cipanggulaan (KMC) di Kampung Cipanggulaan RT 07 RW 03 Desa Pondokkaso Landeuh, Minggu (12/3/2017).
Kegiatan Bank Sampah KMC yang dipelopori Barudak Sampah, lanjut Ujang, sudah berlangsung enam bulan. Dengan kesiapsiagaan para pemuda sebagai garda paling depan, kegiatan Bank Sampah KMC dapat dijalankan setiap hari Minggu secara rutin.
"Kegiatan yang dilakukan para pemuda di RT 07 Cipanggulaan ini hendaknya ditiru oleh para pemuda di RT-RT yang lainnya," ungkap dia.
Pengelolaan sampah di Desa Pondokkaso Landeuh, kata Ujang, mendapatkan bantuan, baik berupa peralatan, fasilitas penunjang, dan penyuluhan dari kantor kecamatan, puskesmas, dan Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan.
Ketua RT 07 Cipanggulaan, Ujang Amil menjelaskan,  kegiatan pengelolaan sampah  setiap hari Minggu oleh para pemuda itu mengusung slogan  "Berani kotor itu keren". Mereka yang terlibat, kata Amil, adalah kalangan pemuda yang telah bekerja dan masih sekolah. Setiap minggu mereka berkeliling kampung untuk mengambil sampah yang sudah dimasukkan ke dalam karung oleh warga.
"Dalam program ini terbangun kekompakan antara pemuda sebagai pemungut sampah dan warga. Ketika tim KMC tiba, warga sudah memasukkan sampah ke dalam karung disertai pemisahan sampah organik dan sampah anorganik," terang Amil.

Bank Sampah KMC, lanjut Amil, tidak pernah memungut biaya dari warga satu peser pun. Bahkan pihak bank yang membayar kepada warga jika sampah yang dibuang memiliki nilai jual seperti plastik dan logam. "Dengan kata lain, dari program ini warga diuntungkan, sampah bisa ditukar dengan uang dan lingkungan menjadi bersih," ungkap Amil. (Yudi Prangga/M.S. Fais)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu