Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, March 24, 2017

Redaktur

Catatan Kritis Fraksi PPP tentang Rencana Ride-Hailing Tarif Layanan Hike

sukabumiNews.net, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati memberikan catatan kritis pada Meningkatkan Rencana Ride-Hailing Tarif Layanan.

Reni mengatakan rencana revisi untuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang berisi antara penyesuaian lain dari naik-Hailing (di Indonesia, secara online taksi) tarif layanan, akan memberikan dampak yang signifikan terhadap keberadaan penyedia layanan perjalanan-Hailing.

"Bahkan, mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) di Agustus 2016 lalu, tingkat pengangguran di Indonesia berkurang antara lain karena yang disumbangkan oleh adanya transportasi berbasis online. BPS mencatat sebanyak 500 ribu pekerja yang dipekerjakan transportasi, penyimpanan dan sektor komunikasi. harus diakui perkembangan transportasi berbasis online telah mampu mengurangi pengangguran, "tegas Reni, seperti dikutip Netralnews, di Jakarta, Kamis (23/3).

Menurut politisi asal Sukabumi yang kini duduk selaku anggota DPR Komisi X itu, kenaikan tarif secara logis akan mempengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan alat transportasi. Dengan kata lain, pendapatan sopir taksi secara online cenderung menurun.

"Pemerintah harus benar-benar memeriksa dampak dari Menteri Perhubungan Peraturan tentang pekerja yang dipekerjakan melalui transportasi berbasis online. Analisis dampak regulasi (analisis dampak regulasi) yang harus dilakukan oleh pemerintah. Jangan sampai kebijakan bukan menciptakan masalah sosial baru, antara lain , tumbuh pengangguran karena pendapatan online penurunan transportasi, "pinta politisi.

Dia melanjutkan, dalam pengaturan transportasi secara online prinsip yang diperlukan, karena fakta bahwa keberadaannya telah mengikis transportasi konvensional. Di sisi lain, transportasi online adalah pilihan favorit masyarakat karena murah, aman dan nyaman.

"Pertanyaannya sekarang adalah mengapa tidak didorong untuk membuat transportasi konvensional yang lebih murah, aman dan nyaman? Tidak bukan membuat kebijakan dengan membuat tarif taksi secara online yang lebih tinggi. Setidaknya suara-suara yang muncul dari masyarakat yang disampaikan kepada kami," tegas Reni. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu