Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, February 21, 2017

Redaktur

Menggandeng Padepokan Buaya Meta, SD Ciseureuh Sagaranten Lestarikan Pencak Silat

sukabumiNews.net, SAGARANTEN -  Keluarga besar SDN Ciseureuh yang kampusnya terletak di Desa Pasanggarahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi berupaya untuk mengembangkan dan melestarikan ilmu bela diri pencak silat titinggal karuhun. Untuk mengefektifkan upayanya itu, SDN Ciseureuh bekerja sama dengan Padepokan Pencak Silat Buaya Meta.
           
"Kerja sama dalam pelestarian pencak silat diwujudkan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Para guru silat dari Padepokan Buaya Meta menjadi pembina dan pembimbing para siswa kami," kata Kepala SDN Ciseureuh, Asep Saeful Azis.
           
Siswa yang disertakan pada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat diseleksi untuk melihat minat dan bakatnya. Dari 110 siswa diambil 40 orang dari kelas 4, 5, dan 6 yang dilibatkan dalam ekstrakurikuler pencak silat.
           
"Selain pencak silat, kami juga mengembangkan ekstrakurikuler  drum band, tari, dan pramuka. Pada kenaikan kelas nanti, semua para siswa akan mempertontonkan keterampilan pelajaran ekstrakurikuler tersebut," ujar Asep.
           
Padepokan Buaya Meta bermarkas di Kampung Baros, Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Dua guru silat dari padepokan ini yang ditugaskan untuk membina siswa SDN Ciseureuh adalah Agus dan Sanwasi. Kedua guru silat tersebut mengajarkan  rampak dan  jurus kembang. Dari proses belajar mengajar pencak silat, siswa yang punya bakat gemilang akan direkrut menjadi kader Buaya Meta.
           
"Ekstrakurikuler pencak silat selain  melestarikan warisan leluhur juga mengandung pelajaran tentang tata tertib dan sikap positif. Para siswa digembleng agar tidak sombong,  melawan bila terpaksa untuk bela diri dan tidak memukul lebih dahulu," jelas Agus ketika ditemui di SDN Ciseureuh. (Suryana/Ijus Agus Suhandi)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...