Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, February 1, 2017

sukabumiNewsnet

Dinsos Mempawah Pulangkan Warga Sukabumi Terlantar

sukabumiNews.net, MEMPAWAH - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mempawah mengirimkan warga terlantar asal Sukabumi yang ditemukan di Mempawah ke pemerintahan daerah Sukabumi melalui Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Rabu (1/2/2017).

Rahmat Hardianto (27) bersama ibunya Ocih (59) ditemukan aparat dari Polsek Mempawah Timur di sebuah Masjid di Antibar hanya dengan pakaian melekat dibadan, Selasa (31/1) sore.

Seperti diberitakan TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, warga asal Kampung Cisarua Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi ini kemudian diantarkan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mempawah.

"Mereka dibawa ke kita,"ujar Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Drs Heru Agung YA, Rabu (1/2).



Kemudian kedua warga yang saat ditanyai ini terlihat sangat syok dan trauma lantaran terlantar oleh oknum yang menjanjikannya akan mencarikannya bekerja di Malaysia.

Bukannya dibawa ke Malaysia, malah warga Sukabumi ini yang bertemu oknum yang menjanjikannya bekerja di Malaysia ini di Batam.

"Warga asal Sukabumi dibawa ke Batam dan kemudian ke Pontianak, di Pontianak dikelilingkan naik oplet mau diuruskan imigrasi Pontianak ternyata hanya di putar-putarkan,"ujarnya.

Untuk ijazah dan KTP diambil. Lanjutnya ia kemudian di bawa naik bis dari Batu Layang dan ditelantarkan ke Masjid Antibar kecamatan Mempawah Timur.

Kemudian Dinas Sosial memulangkan yang bersangkutan ke pemkab Sukabumi melalui Dinas Sosial Provinsi, Rabu (1/2) pagi. (Red***)



Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...