Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, February 3, 2017

Redaktur

Belum Setahun Menjabat, Haji Buno Margaluyu Merombak Kantor Desa dan Membangun Jalan Baru

sukabumiNews.net, SAGARANTEN - Belum genap satu tahun menjabat kepala desa di Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, H. Suherlan yang beken dengan panggilan Haji Buno sukses melancarkan dua proyek besar. Proyek pertama merombak bangunan balai desa dan proyek kedua membangun jalan baru dengan sumber dana full swadaya masyarakat dan pribadi kepala desa. 
           
"Saat ini bangunan balai desa belum selesai, kami masih menunggu dana bantun gubernur tahun 2017 untuk menuntaskan pembangunannya," kata Haji Buno kepada wartawan awal pekan ini. 
           
Kantor desa yang dirombak tersebut sudah tua. Bangunan ini didirikan pada tahun 1984 pada masa Bupati Sukabumi H. Ragam Santika. Proyek besar di tingkat desa itu diawali dengan dana sebesar Rp50 juta yang berasal dari bantuan gubernur. Dihitung-hitung, total dana yang dihabiskan untuk menyelesaikan pembangunan balai desa mencapai Rp300 juta. Haji Buno sendiri mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp50 juta.
           
Bagian bangunan balai desa yang sudah selesai dikerjakan terdiri dari  ruang kerja kepala desa, kepala urusan, kepala dusun, BPD,  musola, dua unit WC, dan dapur. Luas keseluruhan bagian bangunan yang sudah selesai sekitar 8 x 12 meterpersegi. Adapun bagian bangunan yang belum selesai pengerjaannya adalah aula multiguna berukuran 14 x 14 meterpersegi.
           
"Tahun ini pembangunan balai desa akan diselesaikan. Kami masih menunggu pencairan dana bantuan gubernur tahun anggaran 2017," jelas Haji Buno.
           
Adapun mengenai pembangunan jalan yang baru,  Haji Buno dan jajaran aparatur Desa Margaluyu melibatkan masyarakat untuk bergotong royong dalam pelaksanaannya. Panjang bentangan jalan yang dibangun dari Kampung Gunungbatu sampai Kampung Cisitu mencapai 1 kilometer dengan lebar 3 meter.         
Pembangunan jalan ini sepenuhnya dibiayai oleh masyarakat dan kades pribadi. Rakyat mengikhlaskan tanah miliknya untuk dijadikan jalan. Selain itu, warga bergotong royong mengerjakan pembuatan jalan. Sebanyak 337 kepala keluarga beramai-ramai terjun ke lokasi proyek jalan tersebut setiap hari Minggu. Sementara Haji Buno menyumbangkan harta pribadinya untuk pembuatan beton, gorong-gorong, dan jembatan. (Suryana/Ijus AS)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...