Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, January 15, 2017

Redaktur

Kepala Sekolah di Batam Nyambi Bisnis Jual Buku LKS

sukabumiNews.net, BATAM - Kepala SDN 011 Bengkong, Batam, Edward diduga ikut menjual buku LKS yang sebenarnya telah dilarang penggunaannya oleh Dinas Pendidikan setempat. Edward merupakan pemilik dan pengelola  toko buku Madinah yang merupakan jaringan distribusi dari toko buku Harapan Utama sebagai distributor utama buku LKS tersebut.
           
Kepada wartawan, Edward menjelaskan, tidak ada yang salah dalam penjualan buku tersebut. Buku yang dijualnya itu bukan LKS melainkan buku teks biasa yang sangat dibutuhkan siswa. Lagi pula, sebagai kepala sekolah, dia  tidak memaksa siswanya untuk membeli buku.
           
Saya hanya mendapat titipan untuk menjualkan buku dari toko Harapan Utama. Pemiliknya langsung yang menitipkan buku tersebut," ujar Edward.
           
Sampai pertengahan pekan lalu,  toko buku Harapan Utama di SP Plaza, Sagulung, Batam masih menjual buku LKS yang diakuinya sebagai buku teks biasa. Padahal Dinas Pendidikan Kota Batam telah mengeluarkan larangan penggunaan LKS di sekolah.
           
Para siswa berbondong-bondong ke toko Harapan Utama untuk membeli buku LKS. Salah seorang anggota DPRD Kota Batam menilai,  ada  indikasi keterlibatan orang dalam Dinas Pendidikan dalam penjualan ataupun pengarahan pembelian buku LKS di toko buku tertentu. Menurut dia, Dinas Pendidikan kurang tegas dan sungguh-sungguh dalam pengawasan penggunaan LKS di sekolah.
           
"Memang LKS itu dijual di luar areal sekolah, tapi sepertinya ada pihak yang mengarahkan para siswa untuk membeli LKS di toko buku tertentu. Inilah yang harus diawasi dengan ketat," ujar anggota DPRD tersebut.
           
Rupanya larangan dari Dinas Pendidikan tidak tersosialiasikan dengan baik ke para siswa dan orang tua. Para siswa masih berdatangan untuk membeli buku LKS ke toko buku Harapan Utama. Seperti diakui pemilik Harapan Utama, Acay, para orang tua tetap mencari LKS di tokonya. Sejauh ini, Acay tidak menerima pemberitahuan tentang larangan LKS dari Dinas Pendidikan.            
           
"Para orang tua masih mencari buku untuk anak-anaknya. Mereka membeli, ya, saya layani dengan baik," ujar Acay. (N. Gulo)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu