Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, December 28, 2016

Redaktur

Yusril: Bila Negara Mempunyai sifat demokratis, Maka Harus Menghormati Fatwa Ulama.

sukabumiNews.net, JAKARTA - Bagi umat Islam, agama bukanlah sekedar keyakinan pada umumnya saja. Islam dengan kesempurnaan telah nyata bahwa apapun sisi kehidupan manusia secara keseluruhan telah diatur di dalamnya. Lalu, bagaimana sejatinya negara bersikap kepada agama Islam di tengah arus demokrasi?

Menurut pakar hukum tata negara yang juga Ketum dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyatakan, bila negara mempunyai sifat demokratis, maka negara harus memformulasikan hukum dengan mengangkat kesadaran hukum dari masyarakat menjadi hukum positif sesuai kebutuhan.

“Namun seandainya itu tidak atau belum dilakukan, maka negara harus menghormati hukum yang hidup yang antara lain tercermin dalam fatwa-fatwa yang otoritatif tersebut dan memfasilitasinya agar hukum yang hidup itu dapat terlaksana dengan baik dalam kehidupan masyarakat,” tulis Yusril, di akun Facebook miliknya, beberapa waktu lalu.

Yusril pun menegaskan bahwa inilah yang harusnya menjadi sikap negara di negara kita, berdasarkan Pancasila. Negara tidak bersifat sekular dan indeferent terhadap hukum agama, melainkan menghormati dan memberikan tempat yang selayaknya dalam kehidupan masuarakat.

“Jika hukum yang hidup itu berkaitan langsung dengan tata peribadatan (khassah) maka negara tidak dapat mengintervensinya, melainkan menghormatinya dan memfasilitasi pelaksanaannya dengan memperhatikan kemajemukan masyarakat.” Jelasnya. Red/***
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu