Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, December 6, 2016

sukabumiNewsnet

Waspada..! Hary Tanoe Dirikan Yayasan Peduli Pesantren

SUKABUMINEWS.NET, JAKARTA - Tamparan keras bagi dunia pendidikan pesantren di Indonesia. Hary Taneosoedibjo, Group Chairman & CEO MNC Group, yang seorang non-Muslim mendirikan dan mengetuai sebuah yayasan yang bergerak di dunia pesantren, Yaasan Peduli Pesantren (YPP).

“Pesantren-pesantren di daerah itu kecil-kecil sangat memprihatinkan, jadi mereka kurang diperhatikan. Padahal kan kita tahu bahwa pesantren itukan sumber ilmu,” kata Hary Tanoe di Gedung MNC Financial Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, seperti dikutip Okezone, Ahad (4/12/2016).

Ketua Umum Partai Perindo itu melanjutkan, apabila pesantren sebagai lembaga pendidikan sudah berkembang dan bahkan bisa mandiri maka secara otomatis dapat membantu mempercepat Indonesia menjadi negara yang maju. “Kalau bisa begitu kan kita bisa membangun Indonesia yang maju,” pungkasnya.
Ditargetkan dana lebih dari Rp500 miliar bisa disalurkan ke pesantren-pesantren dalam waktu dekat.
Pada peluncuran Ahad kemarin, YPP berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp2 miliar, yang sebesar Rp1 miliar diberikan oleh Hary Tanoe sendiri.

Berikut ini struktur kepengurusan Yayasan Peduli Pesantren:

Dewan Pembina:
Ketua : KH Said Aqil Siroj
Anggota : Mahfud MD,, Hajriyanto Y. Thohari, Ahmad Rofiq

Dewan Pengawas
Ketua : KH Salahuddin Wahid
Anggota : Firmanzah, Yamin Tawary

Ketua Umum : Hary Tanoesoedibjo
Wakil Ketua Umum : Liliana Tanoesoedibjo
Ketua Harian : Syafril Nasution
Wakil Ketua Harian : Abdul Kholiq Ahmad
Sekretaris Umum : Fathur Rahman
Sekretaris : Armyn Gultom
Wakil Sekretaris : M. Sopiyan
Bendahara Umum : Stien Maria Schouten

Reporter: Gus Bagja/Red***
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

2 komentar

Write komentar

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu