Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 28, 2016

sukabumiNewsnet

GABPEKNAS: Pengusaha Konstruksi Jangan Hanya Mengejar Kuantitas Pekerjaan Semata

sukabumiNews, SUKABUMI - Gabungan Kontruksi Nasional (Gabpeknan) selaku asosiasi, wadah para pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi berupaya agar mampu menjembatani aspirasi masyarakat yang merupakan pengguna jasa konstruksi.

Untuk itu, perlu menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan jasa konstruksi, dalam melakukan pembinaan untuk meningkatkan pengguna jasa konstruksi dalam pekerjaan teknis dilapangan.

Iniliah yang menjadi salah satu program khusus Gabpeknas Kabupaten Sukabumi dalam melakukan evaluasi dan pembinaan demi meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditubuhnya.

Hal ini dimaksud untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran tugas, fungsi serta hak kewajiban masing-masing dalam meningkatkan kemampuan.

"Khususnya pada jasa konstruksi di dalam mewujudkan tertib usaha jasa konstruksi, tertib penyelenggaraan pengerjaan konstruksi dan tertib pemanfaatan hasil-hasil pengerjaan konstruksi," Jelas Ketua Gapeknas Kabupaten Sukabumi, Erna Supriatna kepada sukabumiNews, di kantornya, (Ahad, 27/11).
Patut dibanggakan menurut Erna, perusahaan-perusahaan konstruksi selama ini sudah memberikan konstribusi yang signifikan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam berbagai aktivitas pembangunan di wilayahnya.

"Selaku mitra pemerintah, tentunya Gapeknas ikut andil dalam pembangunan menuju Kabupaten Sukabumi yang lebih baik," akunya.

Di akhir perbincangannya Ketua Gabpeknas Kabupaten Sukabumi menghimbau kepada perusahaan-perusahaan konstruksi yang tergabung dalam asosiasinya agar dalam pengerjaannya jangan hanya mengejar kuantitas semata.

"Tetapi paling utama memperhatikan dan mengedepankan kualitas hasil pekerjaannya." Tegas Erna. Red***
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu