Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, October 6, 2016

Redaktur

Lecehkan Qur’an, Jika Hukum Tak Tegak Bisa Jadi Diselesaikan Lewat Cara Adat

sukabumiNews - Video bertajuk “Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51’ yang diunggah di situs Youtube menjadi viral di sosial media. Dalam video yang diunggah sejak 5 Oktober itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al Maidah dikaitkan dengan Pilkada DKI 2017. Umat Islam pun mengecam keras pernyataan Ahok tersebut. Sebaliknya, pendukung Ahok membela mati-matian sang cagub petahana itu. Aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengingatkan, jika pernyataan Ahok itu tidak diproses secara hukum, dikhawatirkan akan diselesaikan “secara adat” oleh “kelompok garis keras”. “Nanti kalau gak ada yang ngurus secara hukum, khawatir saya akan diselesaikan secara adat oleh kelompok garis keras,” tegas Mustofa di akun Twitter @TofaLemon.
Mustofa juga menyatakan salut pada umat Islam yang tidak terusik dengan isu SARA yang dilontarkan Ahok itu. “88% Mayoritas Umat Islam, bahkan tak ada yg terusik dengan 0,000000000001 yang mencaci ayat sucinya. Sungguh mulia Umat Islam,” tulis @TofaLemon. Sebelumnya, di hadapan warga masyarakat Kepulauan Seribu dan sejumlah jajaran Pemprov DKI Jakarta, Ahok menyampaikan pesan bahwa warga Kepulauan Seribu jangan tidak memilihnya gara-gara surah Al Maidah ayat 51. Dalam video tersebut, Ahok mengatakan, “Bapak Ibu ndak Bisa memilih Saya. dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Ya, jika Bapak Ibu perasaan tidak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya enggak apa-apa?Karena inikan panggilan pribadi bapak-ibu.Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu tak usah merasa enggak enak dalam nuraninya enggak bisa memilih Ahok.” Terkait video pernyataan Ahok itu, Juru Bicara Timses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul membantah kalau Ahok menyebut Surat Al Maidah bohong. Tak perlulah memuat komentar orang yang satu ini, ga ada manfaatnya. (Eramuslim/ts/intelijen)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu