Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, October 25, 2016

sukabumiNewsnet

Kisah Getir Bocah Sukabumi Dipaksa jadi Pengemis

sukabumiNews, SUKABUMI - M. Farhan Alfarizi (8) korban penculikan warga Kampung Cibatupos, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang baru ditemukan di wilayah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat mengaku sering dianiaya penculiknya.

Farhan diwajibkan mengemis dan menyetor sejumlah uang. Jika tidak dapat uang sesuai keinginan si penculik, maka Farhan dimarahi dan dicubit bahkan tidak segan dipukul.

"Adik saya sering dicubit dan dibentak-bentak oleh orang yang menculik saya jika tidak dapat uang," kata Yogi Mahmudin, kakak bocah korban penculikan, di kediamannya di Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/10/2016), dilansir Antara.



Selama dalam cengkeraman penculik, Farhan diajak hidup berpindah-pindah. Bahkan, mengaku sering kekurangan makan dan tidurnya di sembarang tempat seperti terminal, pasar, emperan toko dan masjid.

Namun, beruntung kesehatan Farhan baik, tetapi masih sulit diajak ngobrol dan hanya mau berbicara kepada orang terdekatnya saja seperti ibunya dan keluarganya. Farhan pun hingga kini masih trauma atas apa yang telah dialaminya.

"Kami berharap pelaku penculikan adik saya ini segera ditangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya karena telah menganiaya fisik dan kejiwaan Farhan," kata Yogi.

Sementara, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono mengatakan pihaknya sudah menugaskan petugas Dinas Sosial dan intansi lainnya agar memberikan terapi kepada dua bocah korban penculikan untuk menyembuhkan traumanya.

"Kedua korban harus kembeli sehat kejiwaannya dan bisa kembali lagi melakukan aktivitas seperti biasa seperti sekolah dan bermain. Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperketat dalam mengawasi anak-anaknya," katanya.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu