Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, September 7, 2016

sukabumiNewsnet

Ternyata Dahulu Filipina Negeri Muslim yang Kemudian Dipimpin Kafir, Akankah Indonesia?

sukabumiNews, JAKARTA - Dr. Rahmat Kurnia menyampaikan bahwa Filipina dahulu adalah negeri muslim yang didirikan oleh Sultan Sulaiman. Sedangkan Kota Manila dahulu bernama kota Fii Amanillah. Ibu Kota Manila ini kemudian dikuasai oleh pemimpin kafir yang kemudian Filipina berubah total.

Pernyataan ini disampaikan Dr. Rahmat Kurnia dalam aksi Umat Islam Tolak Pemimpin Kafir yang digalang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Ahad (4/9) lalu.

"Ibukota (Filipina, red) dikuasai oleh pemimpin kafir, ujungnya apa yang terjadi? Filipina berubah dari negeri muslim ini menjadi negeri yang mayoritas kafir, saudara-saudara!" ujar Dr. Rahmat Kurnia.

Rahmat kurnia juga menyampaikan fakta kondisi kaum muslimin di Filipina hanya ada dibagian selatan Filipina (Mindanao) yang dikenal dengan Moro yang selalu dikejar-kejar dan dituduh sebagai kaum teroris.

"Kalau Manila dikuasai (pemimpin kafir, red), Filipina berubah. Maka andai Jakarta dikuasai, saudara tidak yakin Indonesia bisa berubah seperti Filipina?" tanya Rahmat Kurnia dalam orasinya.



Islam sudah hadir di Filipina sebelum penjajah Spanyol dan Katolik Roma menginjakkan kaki di tanah negeri itu. Pada abad ke-14, pedagang Muslim di Filipina memperkenalkan Islam di bagian selatan hingga menyebar ke utara hingga Manila.

Islam is the oldest recorded monotheistic religion in the Philippines. Islam reached the Philippines in the 14th century with the arrival of Muslim traders from the Persian Gulf,

Southern India, and their followers from several sultanate governments in the Malay Archipelago.  (wikipedia)

Ini berarti, kedatangan Islam di Filipina jauh lebih awal daripada kedatangan kolonial Barat, khususnya bangsa Spanyol yang masuk ke kawasan itu pada 1566 M.

Akankah Indonesia negeri dengan penduduk umat Islam terbesar di dunia akan bernasib seperti Filipina?

Bukan hal yang mustahil. Karena "mereka" juga menginginkan dan merencanakan dengan matang. Mereka sudah mempersiapkan Ahok bukan hanya memimpin DKI di 2017, juga menjadi Presiden RI di 2024.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu