Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, September 3, 2016

Agus Subagja

MAKLUMAT KESEPULUH

MAKLUMAT KESEPULUH

Hal : Putus hubungan = Putus asa

Ternyata para pemerhati sekalian, ketika tanggal 1 September si Kami tidak mengeluarkan maklumat, ada yang bergembira, ada yang sedih. Banyak yang menanyakan kenapa si Kami tidak berkomentar atas putus hubungan antara Pemda dengan PT. AKA ?

Kami jawab begini “sim kuring mah teu ngarasa ngamprokeun duanana, jadi naha kudu komen lamun terus putus...!!!” memangna Maklumat teh acara gosip?”

Tapi lama kelamaan terfikir juga karena mereka berdua berhubungan itu, kemudian merusak dan mengacaukan suasana damai Pasar Pelita, mengacak-acak hajat hidup orang banyak, menjadi aktor utama kerugian daerah, dsb, maka dengan sangat terpaksa si Kami perlu komentar :

1. Putus hubungan itu kemungkinan ada salah satu pihak yang dirugikan,

2. Putus hubungan itu kemungkinan karena sudah saling tidak jujur, ceuk barudak mah “tidak ada dusta diantara kita”,

3. Putus hubungan itu kemungkinan karena sudah tidak ada kemesraan,

4. Putus hubungan itu kemungkinan sudah putus asa, diingatkan terus ku SP tapi tidak pernah bergeming, malahan ngeless,

5. Putus hubungan itu mungkin karena ada orang ketiga,

6. Putus hubungan itu mungkin karena tidak adil nya pembagian harta, “ka pamajikan mah asal cukup resiko, ari ka batur, bet medah meduh”

7. Putus hubungan itu mungkin juga karena tertipu, bilang perawan, padahal sudah janda / duda, Bilang kaya, padahal modal garansi bank bodong,

8. Putus hubungan itu mungkin ada salah satu mantan yang tidak suka, terus diguna-guna, diberi pangasih.

9. Silahkan lanjutkan .... sama Saudara

Demikian saja komentarnya, pokokna kudu ganti pasangan .....!!!

Keun wae telat oge ....

Masalahna kami keur bingung, ngagantian duit kudu kumaha ?

Si Kami

#tetepsavepasarpelita

#rakyatyangharusdibela
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...