Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, August 1, 2016

sukabumiNewsnet

Pekerja China Banyak Mengisi Lapangan Pekerja Kasar di Indonesia

sukabumiNews, BANDUNG - Protes terhadap masuknya pekerja asal China terus bermunculan. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengungkapkan temuan mengejutkan!

Buruh asal Negeri Komunis itu menjadi supir truk dan tukang gali tanah, pekerjaan yang sebetulnya diharamkan pemerintah diisi tenaga asing.

Sebagaimana dirilis portalpiyungan.com, (1/8), ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia memprotes banyaknya tenaga asing mengisi lapangan kerja baru di Tanah Air. Menurutnya, para tenaga kerja tersebut antara lain banyak bekerja di proyek infrastruktur seperti pembangkit listrik dan pabrik pemurnian tambang di Papua dan tempat lain.

“Kalau saya menangkap poin dari keterangan Presiden (Jokowi), membangun perekonomian itu bertujuan menciptakan lapangan kerja baru agar masyarakat tidak miskin. Ini kok banyak lapangan pekerjaan diisi tenaga asing,” kata Bahlil. (koran Rakyat Merdeka, Senin, 1 Agustus 2016)

Saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan kerja baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.


Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu