Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, August 26, 2016

sukabumiNewsnet

Beda Dengan Alam Nyata, Ini Pembunuh Mirna Salihin Dari Hasil Penerawangan

sukabumiNews: SIDANG kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso terus bergulir, dari mendengarkan keterangan saksi, sidang juga digelar dengan memeriksa rekaman CCTV dari kafe Olivier. Meskipun demikian belum ada vonis

Dalam CCTV itu merekam peristiwa saat Jessica diduga memasukkan racun sianida ke dalam gelas korban Wayan Mirna Salihin. Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica tentu saja menyita perhatian publik.

Lewat tayangan langsung di sejumlah tv nasional, publik melihat jalannya sidang. Kasus pembunuhan yang menewaskan Mirna rupanya turut ditanyakan seorang netizen kepada mbah Mijan lewat media sosial Twitter.

Akun Twitter bernama A shafira_esha menanyakan prihal pelaku pembunuhan yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.

“@mbah_mijan Mbah m tanya sebrnya jesica itu bnran yg ngeracun mirna? Apa ada org lain? Jd bingung lihat d tv tv hmmmmm” tanyanya kepada Mbah Mijan.

Tak beberapa lama kemudian Mbah Mijan menjawab pertanyaan tersebut dan jawaban Mbah Mijan ternyata mengejutkan.

Mbah Mijan menyebut kalau pelakunya sudah jelas dan rupanya pembunuhan Mirna menurut Mbah Mijan serupa dengan kasus yang dialami Munir dan seseorang yang disebut mbah Mijan denga inisial ‘Bisul’.

Beberapa waktu lalu mbah mijan menyebut kata ‘Bisul’ saat menanggapi meninggalnya ketua KPU Husni Kamil Manik.

Siapa lagi,,, dari celana yang dibuang, dah jelas. Sianida, Munir dan “bisul” serupa, hanya tunggu pengadilan Tuhan.”

“Hampir tiap hari ditanya soal film “Kopi Racun” yang di bintangi Jessica dan Otto, rata-rata bertanya soal endingnya mau kemana…???,” cuit dia melalui akun Twitternya Minggu malam (21/8).

“Ending film “Kopi Racun Sianida” pemeran terdakwa akan tetap di dalam penjara, karena 99,9% saya menduga Jessicalah pelakunya,” lanjut dia.

Mbah Mijan yakin hakim yang menangani perkara Jessica sudah mantap menentukan Jessica sebagai pelakunya.

“Kalau sudah bicara bahasa hukum, memang tidak mudah! tapi mereka akan ingat bahwa, barang bukti adalah urutan ke 4, setelah ada poin 1,2,3,” tambah pria yang dikenal dekat dengan sejumlah artis itu.

Hasil penerawangannya, lanjut dia, hakim sejatinya sudah tahu dan tinggal mengetuk hukuman buat Jessica.

“Sedangkan di film “Kopi Racun Sianida” poin 1, 2 dan 3 sudah ada, lengkap dan jelas. Berikutnya tinggal ketukan hati dan ketukan palu Hakim,”pungkas Mbah Mijan seperti dilansir Jawa Pos.
Pengakuan Jessica bisa bunuh orang

Sekadar info tambahan, Jessica Kumala Wongso sempat mengaku kepada temannya, Kristie Louise Carter, bahwa ia bisa saja bunuh diri dan membunuh orang menggunakan pistol atau racun. Ucapan itu diceritakan ulang oleh Kristie kepada ahli psikiatri, Natalia Widiasih Rahardjanti, saat diperiksa di Australia beberapa bulan lalu.

“Jessica bilang ke Kristie, ‘Bisa saja saya ambil pistol atau ambil racun’,” kata Natalia saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 18 Agustus 2016 lalu. Saat itu Jessica bertutur dalam konteks upayanya hendak bunuh diri sejak Januari 2015. Jessica saat itu menghadapi masalah dengan pacarnya, Patrick.

Saat itu Jessica dirawat di rumah sakit karena percobaan bunuh diri. Natalia sebagaimana diberitakan Tempo juga telah memverifikasi informasi itu kepada pihak kepolisian di Australia. “Para bang*at itu belum mengizinkan saya pulang,” kata Natalia, menirukan cerita Kristie.

Jessica juga menjelaskan, bisa saja ia meracun seseorang dengan dosis yang tepat. Tapi dia tak menjelaskan racun jenis apa yang akan digunakan. Jessica saat itu diketahui tertekan. Apalagi dia mengaku keluarga tak pernah mendukungnya.

Bahkan Jessica juga sempat mengaku kepada teman-temannya di Australia tak memiliki keluarga di Jakarta. Padahal saat itu teman-temannya berinisiatif membawanya pulang ke Indonesia. Mengingat Jessica berulang kali mencoba bunuh diri, bahkan menabrak panti jompo dalam kondisi mabuk.

Natalia menceritakan, saat itu kondisi psikologis Jessica dalam keadaan tertekan. Hal inilah yang menyebabkan ia menjadi seorang yang impulsif dan ingin lari dari masalah. Puncaknya, Jessica kemudian memutuskan kembali pulang ke Indonesia.

Kepada Natalia, Jessica mengaku pulang ke Indonesia dalam rangka berlibur. Ia mengatakan hal serupa di hadapan media massa. Tapi, menurut Natalia, teman-teman Jessica bilang bahwa dia ingin pergi dari Australia karena memiliki masalah dengan pacarnya.

sumber: suaranews
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu