Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, May 6, 2016

sukabumiNewsnet

Sindir Yusril, Fadjroel Ajak Warga Ramai-ramai Duduki Monas

sukabumiNews, JAKARTA - Pengamat politik Fadjroel Rachman menulis kicauan berisi sindiran yang ditujukan ke salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra


Sindirannya itu dituliskannya menanggapi pernyataan Yusril yang menyebut tidak ada kepemilikan tanah oleh negara. Kicauan sindiran yang ditulis Fadjroel berisi ajakan agar warga ramai-ramai menduduki lahan kawasan Monas.

"Send ah ke om @Yusrilihza_Mhd hihi saya juga mau tinggal di Monas karena bukan tanah negara, eh di Kampung Pulo :) https://t.co/s8TsY38NtR," tulis Fadjroel lewat akun Twitter-nya, @fadjroeL, pada Rabu (4/5/2016).

Selain menulis tweet-nya sendiri, Fadjroel juga me-retweet kicauan-kicauan dari akun-akun lain berisi hal yang sama, seperti kicauan dari akun @besmartyk yang berbunyi, "Ayo tinggal di monas rame2. Kalo ditangkap tuntut @Yusrilihza_Mhd . tdk ada tanah negara. @basuki_btp @fadjroeL https://t.co/M6uq1IMBHg."
Ada pula kicauan dari akun @hilaz_28, "@besmartyk @fadjroeL @Yusrilihza_Mhd @basuki_btp ayo kita bikin rumah deket Istana merdeka!"




Sementara itu, pengguna akun @AdutSuradut1 menulis, "Wah ko begitu ya, jd boleh dong tinggal di bantaran sungai, bantaran rel KA, tp knp pedagang2 pd digusur :) @fadjroeL @Yusrilihza_Mhd".
Sebelumnya, Yusril menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama yang kerap menyatakan status tanah negara untuk suatu wilayah yang hendak ditertibkan.


Dia juga menyindir Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan soal klaim "tanah negara" tersebut. (Baca: Yusril: Tanah Negara Dikuasai Negara, Bukan Dimiliki


Ferry diketahui pernah memberi pernyataan beberapa waktu lalu bahwa tanah di Luar Batang adalah tanah negara. Menurut Yusril, negara tidak memiliki tanah, tetapi hanya menguasai.

Ia menilai, baik mereka yang tergolong perorangan, pemerintah, maupun swasta punya cara yang sama untuk memperoleh tanah.

"Lalu bagaimana Pak Ahok bilang itu tanah milik negara. Kapan negara punya tanah? Capek saya belajar hukum, belum pernah tahu negara itu punya tanah," ujar Yusril saat berbicara di hadapan puluhan warga Bidaracina dalam undangan syukuran kemenangan warga di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait masalah sodetan Ciliwung-KBT, Selasa (3/5/2016). [sumber: Komapas]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu