Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, May 13, 2016

sukabumiNewsnet

Mujahidin Suriah Berhasil Rebut Khan Tuman dan Tewaskan 17 Tentara Garda Revolusi Iran

ALEPPO, (sukabumiNews) – Sebanyak 17 tentara Syiah Iran tewas di provinsi Aleppo di wilayah Suriah utara, pada hari Ahad, (08/05/2016), demikian menurut sumber-sumber dari pihak oposisi Suriah, dilansir oleh panjimas.com dari MEMO.

Sumber tersebut mengatakan bahwa belasan anggota pasukan Garda Revolusi Iran tewas dalam sebuah serangan dari kelompok Mujahidin Suriah di kota Khan Tuman di pedesaan selatan Aleppo akibat pertempuran sengit dengan kubu oposisi faksi Mujahidin yang kemudian berhasil menguasai kot Khan Tuman dan sekitarnya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan pada hari Sabtu (07/05/2016) bahwa sebanyak 20 milisi Syiah Iran tewas selama pertempuran yang memperebutkan kontrol atas kota Khan Tuman dengan kelompok Mujahidin dari Jaish al-Fatah atau Army of Conquest.

Untuk diketahui kekalahan kubu milisi Syiah Iran di Khan Tuman ini digambarkan media-media sebagai kerugian terbesar yang dialami oleh Iran dalam satu hari di Suriah.

Namun, Media Iran, Fars News Agency mengutip pernyataan Hossein Ali Rezaei, juru bicara pasukan Garda Revolusi Iran di provinsi utara Mazandaran, yang mengatakan bahwa hanya 13 anggota Pasukan Garda Revolusi Iran [IRGC] yang tewas dan 21 lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini, Daerah Khan Tuman berhasil direbut oleh kelompok Jaish al-Fatah atau Army of Conquest, sebuah kelompok mujahidin yang dipimpin oleh Jabhat Al-Nusra, dan milisi Jund al-Aqsa serta Ahrar al-Sham.

Pertempuran sengit semakin intensif di wilayah pedesaan di Aleppo selama beberapa hari terakhir meskipun Moskow mengumumkan adanya gencatan senjata di Aleppo hari Rabu lalu (03/05/2016).
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu