Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, April 30, 2016

sukabumiNewsnet

Kesadaran Bayar Zakat PNS Pemkot Sukabumi Masih Rendah

sukabumiNews, SUKABUMI - Tingkat kesadaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi untuk membayar zakat lewat badan Amil zakat nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi masih sangat rendah. Hal itu terbukti dari 6000 jumlah PNS , hanya 10 persen saja yang membayarkan zakatnya melalui Baznas. Padahal, potensi perolehan zakat di kalangan PNS setiap tahunnya sangat besar.

“PNS yang bayar zakat ke Baznas baru sekitar 10 persen dari jumlah PNS yang ada," ungkap Wakil Ketua Bidang Administrasi Baznas Kota Sukabumi, Muhamad Kusoy  saat dihubungi sukabumiNews di ruangannya belum lama ini.

Dikatakan Kusoy, jika para PNS Kota Sukabumi menyalurkan zakatnya kepada BAZ, tentu hal ini akan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin yang  ada di tujuh Kecamatan di Kota Sukabumi.





Sementara menurut Kusoy,  yang baru meyetor zakatnya ke BAZ yakni, Kemenag , RSUD Syamsudin (RS. Bunut) serta lembaga-lembaga kecil. “Kalau utuk Pemkot belum, mungkin akan di satu tahunkan” ujarnya .

Melihat kenyataanya tersebut, Walikota Sukabumi sudah mengeluarkan surat instruksi dengan nomor 1 tahun 2016 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan Kota Sukabumi yang harus dibayarkan lewat Baznas Kota Sukabumi.


Namun, ketika disinggung soal perolehan zakat, Kusoy mengungkapkan,  jika dibandingkan dengan perolehan Zis pada awal tahun 2015 lalu yang kurang dari Rp100 juta,  pada awal tahun 2016 perolehan zakat, infak dan sodakoh (ZIS) sudah mulai mengalami peningkatan yang signifikan. "Tiga bulan terakhir, perolehan Zis yang sudah masuk baru mencapai Rp150 juta. Dan mudah-mudahan kedepan bisa terus meningkat," pungkasnya. [A Malik]

Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu