Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, March 17, 2016

sukabumiNewsnet

Wow...! PDIP Bongkar Para Cukong-cukong di Belakang Ahok, Semakin Panas Nih Permainannya?

sukabumiNews, JAKARTA - Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengungkapkan bahwa kandidat calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dibiayai sejumlah pengusaha kaya raya untuk penggalangan dukungannya di Pilgub DKI 2017 mendatang.

"Saya dengar ada lima konglomerat di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat," kata Hendrawan di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Namun, Hendrawan enggan membeberkan lima konglomerat yang menyokong habis-habisan mantan bupati Belitung Timur itu.

"Ya sudah beredar luas. Dan sebagian lagi katanya jadi independen itu dari parpol karena banyak juga barisan sakit hati berkumpul disana," tandasnya.




Hendrawan menambahkan, saat ini para konglomerat itu telah beralih mendukung calon perorangan bukan kepada Parpol seperti pemilihan kepala daerah sebelumnya.

"Ya sekarang konglomerat-konglomerat memilih individu untuk didukung besar-besaran, kalau tadinya kan ke parpol," ujarnya.

Anggota Komisi XI ini berpendapat, Ahok tidak dapat dikatakan maju sebagai calon independen karena telah didukung lima konglomerat untuk pembiayaan Pilgub DKI.

"Ya dari sponsor tidak independen. Bagaimana booth di mal-mal itu begitu hebat formulirnya. itu kalau gak ada sponsor, dari mana duitnya? dari langit?" tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama telah memutuskan untuk maju di Pilgub DKI mendatang tanpa dukungan Partai Politik (Parpol).

Namun, meski tanpa dukungan Parpol, kelompok relawan pendukung Ahok, TemanAhok, secara masif melakukan pengumpulan KTP warga Jakarta dengan membuka booth di sejumlah mall yang diperkirakan menghabiskan dana miliaran.

Sumber: teropongsenayan
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu