Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, March 1, 2016

sukabumiNewsnet

Ketua PGRI Kec. Caringin: Guru, Lebih dari Selebritis

sukabumiNews, SUKABUMI - Menanggapi isu pelecehan terhadap anak seusia Sekolah Dasar, yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi oleh oknum guru terhadap siswanya belakangan ini, Ketua PGRI Kecamtan Caringin, H. Supadna, M.Pd menilai, hal itu bisa saja terjadi.

Bahkan menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya bisa dilakukan oleh oknum seorang guru. "Oleh ustadz atau kiyai pun bisa saja terjadi," kata Supadna saat diminta tanggapan di kantornya, di SDN Caringin 5, kp Selaawi, Caringin Kulon, Kabupaten Sukabumi kepada wartawan, Selasa 1/3/2016.

Beruntung, para guru yang bernaung dibawah organisasi PGRI Caringin, memiliki ketua seperi dirinya. Dia yang juga seorang kepala SDN 5 Caringin itu memiliki kiat tersendiri untuk menagkal isu yang bisa saja terjadi pada anggota dan guru-guru yang mengajar pada sekolah yang dipimpinnya.




"Salah satu cara yang kami tempuh, selain menekankan akan kewaspadaan terhadap isu miring yang mungkin menimpa kami, kamipun selalu membinanya melaui pengajian dan tablighul-Islam pada setiap kegiatan seperti KKG, Gugus dan kegiatan positif lainnya," papar Supadna.

"Yang paling penting, kita harus selalu mawas diri. Karena guru lebih dari selebritis, sekecil apapun isu yang menimpa profesi kami, akan menjadi besar melebihi isu selebritis. Ya, Contohnya isu yang menimpa dan mencoreng profesi guru seperti yang disebut tadi," aku Supadna.

Pda kesempatan yang sama, kepala SDN Caringin 4, H. Ocang Juaeni, S.Pd.I, menilai, karakter dan perlakuan bejad tersebut tidak mungkin terjadi jika para guru memiliki basic (dasar) pendidikan santri. "Dan alhamdulillah di kecamatan caringin ini kebanyakan para guru pernah mengenyam pendidikan agama yang kuat," katanya. (Red***/Bayu)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu