Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, March 28, 2016

sukabumiNewsnet

BKAD UPK Kecamatan Caringin Gelar Baksos

sukabumiNews, SUKABUMI - Badan Kejasama Antar Desa (BKAD) UPK PNPM Kecamatan Caringin yang selama ini dinilai cacat hingga tenggelam seolah ada nama tanpa wujud, kini tumbuh kembali dengan aktivitasnya yang kian kelihatan.

Hal ini dikarenakan semakin kuatnya dorongan para pengurus untuk menumbuh kembangkan PNPM agar aktif membantu masyarakat seperti visi dan misi semuala.

Memang, cacatnya nama UPK PNPM Kecamatan Caringin tiada lain disebabkan ulah oknum Ketua UPK dan PNPM wilayah tersebut. Namun atas dorongan para pengurus lama yang masih peduli terhadap program pemberdayan masyarakat tersebut, namanya kini berangsur pulih seiring waktu berjalan.

Kegiatan Bakti Sosial (baksos) khitanan masal yang diadakan Senin (28/3) bertempat di ruang aula Kecamatan Caringin, merupakan wujud dari niat baik ketua UPK yang baru beserta jajaran pengurus UPK lainnya untuk mengembalikan citra PNPM Kecamatan Caringin.

“Menurut aturan, jika ada keuntungan, maka harus dikembalikannya kepada masyarakat.” Ujar ketua UPK Kecamatan Caringin, Saefullah, BE, kepada sukabumiNews usai melaksanakan kegiatan.

“Hasil kesepakatan, bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kecamatan Caringin, tahun ini kita salurkan dalam bentuk kegiatan khitanan masal gratis. Dan alhamdulillah dari sembilan Desa se-wilayah Kecamatan Caringin, hanya dua desa yang tidak bisa mengikuti kegiatan karena alasan tertentu.” Papar Saefullah.
Sementara, menurut Ketua Panitia Kegiatan, H. Komarudin, PNPM Kecamatan caringin tahun ini mencapai surplus hingga Rp. 18 juta lebih.

Dia pun menegaskan, bahwa peserta yang mengikuti khitanan masal gratis ini terdiri dari 29 orang. Sedangkan tiap desa diberi kesempatan untuk mengirim peserta maksimal 5 orang. Namun, tambah dia, karena ada dua desa yang tidak mengirimkan pesertanya, maka boleh mengirim lebih dari lima orang. "Seperti desa Talaga yang mengirim 6 orang peserta," pungkas H. Komar. (Red*/Abay)




Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu