Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, January 13, 2016

sukabumiNewsnet

Waspadai Penjualan Daging Ayam tidak Sehat

sukabumiNews, SUKABUMI- Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Selasa (12/1/2016) mengidentifikasi telah beredarnyai daging ayam di seluruh supermarket. Bahkan peredarannya, telah memasuki pasar-pasar tradisional. Bahkan ayam tersebut telah beredar seluruh supermarket di Jawa Barat. Termasuk di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Karena itu, kami mendesak pemerintah untuk mengawasi dan menertibkan peredaran ayam lokal yang tidak sehat. Karena bila dikonsumsi sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” kata Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade Zulkarnaen, seperti dikutip #sukabumiNews dari Pikiran Rakyat, Selasa (12/1/2016).

Ade Zulkarnaen mengatakan Himpuli tidak hanya sangat menyesalkan peredaran daging ayam tersebut di supermarket. Tapi Pengawasan terhadap peredaran daging, termasuk ayam lokal di Indonesia sangat lemah. Padahal Undang-undang (UU) Peternakan sudah berlaku sejak 2009.
“Seharusnya, peredaran di supermerket bisa sebagai contoh pasar tradisional yang menjual produk berkualitas dan memenuhi standar persyaratan,” ujarnya.

Dari temuan Himpuli, kata Ade Zulkarnaen terungkap seluruh supermarket sejak Agustus-Des 2015 terbukti seluruh pemasok ayam lokal tidak melengkapi sertifikat sehat. Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sama sekali tidak dicantumkan saat daging ayam dipasok. Padahal kepemilikan bersertifikat veteriner wajib sesuai Pasal 58 Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan. “Dimana sangsinya, bila tidak dikengkapi dengan sertifikat tersebt, akan dipidana penjara 2 hingga 5 tahun. Termausk diberikan sanksi denda Rp 1,5 M,” ucapnya.

Sertifikat NKV tersebut, kata Ade Zulkarnae, dikeluarkan Dinas Peternakan propinsi berdasarkan audit di Rumah Pemotongan Hewan. “Konsekuensinya, penyembelihan hewan ternak wajib dilakukan di RPH atau RPU,” tambahnya.

Sedangkan bagi supplier ayam lokal, kata Ade Zlkarnaen, ditemukan menyembelih ayamnya di RPU yang tidak berstandar dan bersertifikasi NKV. “Himpuli menemukan disalah satu supplier/pemasok terbesar ayam lokal yang berlokasi di Parung, Kabupaten Bogor ternyata temoat penyembelihannya sangat tidak higienis,” katanya. Red*/Ahmad Rayadie/A-147)***
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu