Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, November 25, 2015

sukabumiNewsnet

Pelesetkan Sampurasun Jadi Campur Racun, Habib Rizieq Dilarang Injak Tanah Sunda

sukabumiNews, BANDUNG - Angkatan Muda Siliwangi (AMS) beserta Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat melarang pendiri Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab memasuki Jawa Barat. Alasannya, tokoh FPI itu dianggap melecehkan masyarakat Sunda dengan penyalahartian kata sampurasun yang dipelesetkan menjadi 'campur racun'.

Pernyataan Rizieq diduga dilontarkan dalam sebuah acara ceramah pada Senin, 15 November 2015. Rekaman acara itu kini beredar di media sosial. "Melecehkan bahasa sebagai budaya kami. Kami sangat tidak menerima, harga diri kami seperti diinjak" ujar Ketua Umum AMS Noery Ispandji Firman.

Menurutnya, arti kata sampurasun mengandung doa yang baik, namun Rizieq justru menyebarkan makna yang sebaliknya. Menuru Noery, perbuatan Rizieq itu telah mereka laporkan ke polisi dengan tuduhan pelecehan budaya dan bahasa.


"Kami sudah melaporkan pelecehan budaya ini ke pihak Kepolisian Bandung. Kami menginginkan masalah ini diusut tuntas," katanya. Ia mengancam, bila polisi tidak mengusut kasus itu maka, "Kami akan melakukan aksi turun ke jalan," tegas Menuru Noery, seperti diberitakan Kabar24.com, Rabu, 25 November 2015

AMS juga menganggap perbuatan Rizieq itu sebagai pelecehan ras atau suku sekaligus upaya untuk memecah belah budaya dan agama di Indonesia. Karena itu, anggota Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat melarang Rizieq menginjak tanah Sunda.

"Untuk tidak menerima Rizieq kembali datang kemari, juga menuntut Rizieq meminta maaf kepada kami," ujar Ari Mulia S, salah satu anggota AMS. Red*/
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu