Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 9, 2015

sukabumiNewsnet

BPBD: 9 Kecamatan di Sukabumi Rawan Tsunami

sukabumiNews, SUKABUMI - Bentangan garis pantai di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mencapai 117 kilometer, membuat wilayah itu rawan tsunami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkonsentrasi menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya tsunami di wilayah itu.

"Selain bencana longsor, banjir, dan bencana lainnya, konsentrasi kita juga difokuskan pada tsunami karena wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki bentangan garis pantai hampir 117 kilometer. Kondisi itu bisa dikategorikan rentan tsunami," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnandi seperti dikutip Media Indonesia, Minggu (8/11/2015).

Di beberapa lokasi, BPBD sudah memasang alat deteksi dini (early warning system) tsunami. Alat deteksi dini tsunami itu memang bukan untuk mencegah terjadinya tsunami, tapi lebih kepada peringatan dini kepada masyarakat. "Upaya-upaya antisipasi perlu dilakukan. Minimalnya ada pengurangan risiko," ujar Andi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar menyebutkan, ada 9 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yang terpetakan rawan tsunami. Sembilan kecamatan itu yakni Palabuhanratu, Cikakak, Cisolok, Tegalbuleud, Ujunggenteng, Ciracap, Ciemas, Cibitung, dan Kecamatan Surade.

"Di setiap wilayah rawan potensi tsunami kita pasangi alat deteksi dini tsunami," kata Irwan.
Selain potensi tsunami, BPBD juga konsentrasi menghadapi gempa tektonik dan vulkanik. Apalagi Kabupaten Sukabumi yang terbagi menjadi 47 kecamatan diapit dua pegunungan berapi yang masih aktif.

"Wilayah Sukabumi itu dikelilingi Gunung Gede dan Gunung Salak. Dua gunung itu masih aktif," ujar dia.

BPBD juga rutin mensosialisasikan hal=hal terkait tsunami kepada masyarakat. BPBD juga memasang plang jalur-jalur evakuasi tsunami di wilayah rawan.

"Plang tersebut sebagai petunjuk bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri jika terjadi tsunami," kata dia. Red*
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu