Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, October 26, 2015

sukabumiNewsnet

Bupati Sukabumi Raih Anugerah Aksara Madya

KARAWANG – Keberhasilan Kabupaten Sukabumi dalam menangani tuna aksara mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk anugerah aksara madya. Anugerah ini langsung diterima Penjabat Bupati Achadiat Supratman pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional ke-50 di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10).

Angka melek huruf Kabupaten Sukabumi sudah mencapai 98,91 persen pada tahun 2015 ini melebihi angka nasional yaitu sebesar 96,30 persen. Capaian ini menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman tentu harus terus ditingkatkan hingga mencapai ketuntasan.

“Keberhasilan ini tentu merupakan keberhasilan semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya penanganan buta aksara di Kabupaten Sukabumi terutama DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang secara konsisten dan terus-menerus mengalokasikan anggarannya,” kata Maman, seperti dikurip POJOK.JABAR.com, Sabtu (24/10).

Ia menilai, pihak masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), bimbingan dan pembinaan bidang Pendidikan Non Formal da Informal (PNFI) pada Dinas Pendidikan yang telah terus menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Penghargaan ini memberikan inspirasi terhadap kita semua tentang kesungguhan usaha meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar gerakan pemberantasan buta aksara semata. Hal ini sesuai dengan tema global yang diangkat oleh UNESCO yaitu, ‘literacy and sustainable societies’ atau keaksaraan untuk masyarakat berkelanjutan,” paparnya.

Selain itu, Maman ingin mengubah pandangan banyak orang bahwa saat ini pendidikan lebih memprioritaskan pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan formal pendidikan orang dewasa terutama pendidikan aksara dianggap kurang penting.


“Beberapa kendala penanganan buta aksara di Kabupaten Sukabumi antara lain masih tingginya angka putus sekolah, kondisi geografis, faktor sosiologis, serta kembalinya seseorang menjadi buta aksara,” tukasnya. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu