Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, October 22, 2015

sukabumiNewsnet

Ahok Sebut Sungai Buatan Ridwan Kamil Tipuan

sukabumiNews, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut sungai di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, yang dirancang Ridwan Kamil hanya tipuan. Proyek itu bukan bagian dari pembangunan Jakarta.

"Epicentrum tuh dari properti mereka, bukan membersihkan sungai. Dia hanya bikin tipuan, air kotor lewat di bawahnya. Dia seperti bikin bak ikan di atas sungai," kata pria yang biasa disapa Ahok itu seperti dikutip metronews, di Hotel Sari pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Ahok mengatakan itu menanggapi keriuhan di media sosial yang memamerkan foto sungai yang airnya jernih di kawasan Epicentrum. Warga Jakarta yang mengunggah itu menyatakan kekagumannya kepada Ahok dalam menata sungai di Ibu Kota.

Ahok menjelaskan, sungai di kawasan Epicentrum itu hanya memutar aliran air, bukan membersihkan air aliran sungai. Sungai itu merupakan hiasan yang tak jauh berbeda dengan akuarium.

"Jadi bukan membersihkan sungai yang sesungguhnya. Membersihkan sungai sesungguhnya tuh yang di Masjid Istiqlal. (Epicentrum) Itu hanya bikin  bak ikan di atas sungai. Makanya kalau hujan gede airnya kotor lagi," ujar Ahok.
Karena sifatnya hanya hiasan, sungai itu tak memiliki pengaruh apa-apa terhadap kualitas air. "Itu hanya sekadar putar air. Kalau mau berpengaruh harus pasang pengolahan air limbah," jelas Ahok.

Ridwan Kamil yang kini menjadi Wali Kota Bandung sempat menanggapi keriuhan sungai di kawasan Epicentrum itu. Melalui akun twitternya, Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil, sungai itu merupakan hasil karya dirinya dan firma arsitek miliknya. Sungai itu bagian dari Bakrieland.

"Sungai Epicentrum di Rasuna itu hasil desain firma arsitek saya dkk utk Bakrieland 2007. Beres thn 2010an. *fakta," cuit akun @ridwankamil, 20 Oktober 2015.

Tak lama, Kang Emil, mengingatkan warga untuk menyampaikan pernyataan menggunakan fakta. "Sebaiknya biasakan argumentasi dengan fakta. Kasihan pak Ahok-nya. Saya dan Beliau bersahabat baik. Sangat baik," tulis akun itu. Red*
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu