Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, September 19, 2015

budi acakatam

Resensi Novel Meniti Hari Mendaki Bukit

Resensi Novel
Meniti Hari Mendaki Bukit : Inspirasi  Menjaga Keimanan.
oleh budi kicil

Menelisik novel berjudul “Meniti Hari Mendaki Bukit” sepertinya menelisik perang besar dari  perjalanan perasaan seorang wanita  dalam mendapatkan cinta.  Cinta biologis dalam kerangka  menjemput pasangan hidup dalam perspektif jodoh yang telah Allah SWT  tentukan.


Perang besar  yang berkecamuk dalam hati si tokoh  novel  memang benar terjadi. Sebuah kejadian yang dalam realita begitu banyak dialami para wanita muslim. . Sebuah perang  besar  dengan pertaruhan surga atau neraka dialam akhirat.

Novel yang diterbitkan oleh CV Elang Mulia Sejahtera pada  Agustus 2015 ini mendapaat catatan khusus dari Dr Fuad Thohari, ahli tafsir dari  Fakultas Ushuludin Universitas Negeri Jakarta. Menurut Fuad, novel ini berhasil menggambarkan pertarungan antara cinta biologis melawan cinta terhadap Allah SWT. 

Dengan gaya bertutur seperti pengalaman pribadi, novel ini membawa pembaca dalam konflik batin yang dialami tokoh. Sebuah konflik yang mengantarkan tokoh pada pilihan cinta karena Allah atau cinta biologis. Sebuah pilihan sulit yang kadang membuat pembaca merinding. Karena itu, tema cerita menjadi sangat inspiratif bagi kaum remaja putri muslim.

Cinta biologis memang sering digunakan  sebagai media untuk penyebaran agama. Inilah yang ingin digambarkan oleh penulis penulis novel. Sebuah penggambaran yang menjadi inspirasi gerakan dakwah di Gunung Kidul.Sebagian dari penjualan novel inipun akan digunakan untuk gerakan dakwah Gunung Kidul.
Untuk menikmati novel ini pembaca  hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000   diluar ongkos kirim,  Bagi yang berminat bisa menghubungai 0857 5970 0728  atau 0812 8892 5732. Atau, bisa juga kontak melalui WA dan Line.


Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu